alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Baru Sepertiga Koperasi di Kab Pasuruan Punya NIK

BANGIL, Radar Bromo – Sampai akhir 2019, jumlah koperasi di Kabupaten Pasuruan yang sudah memiliki Nomer Induk Koperasi (NIK) masih tercatat 310 koperasi. Jumlah ini masih sepertiga dari total koperasi di Kabupaten Pasuruan yang mencapai 993 koperasi.

Edy Nurhadi, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan mengatakan, NIK mulai diberlakukan Kementrian Koperasi sejak 2017 lalu.

Sejak saat itu, secara bertahap sejumlah koperasi mulai mendaftarkan NIK ke pusat. Namun, koperasi yang ber-NIK sendiri sangat tergantung dari proaktif manajemen koperasi sendiri.

“Dari jumlah memang tercatat masih 310 koperasi yang memiliki NIK. Dan masih sepertiga dari jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Dijelaskannya, NIK sendiri semacam standartisasi juga yang diberlakukan pusat. Sehingga, ada data secara menyeluruh di Indonesia terkait jumlah koperasi yang sudah terdata di pusat dan memenuhi kriteria tertentu.

Dinas Koperasi Kabupaten Pasuruan sendiri sudah menyosialiasikan agar Koperasi di daerah untuk mengajukan NIK. Sehingga, koperasi mereka bisa terstandarisasi dan juga terdata di pusat.

Namun memang sampai 2 tahun terakhir, masih 310 koperasi saja yang sudah memiliki NIK. “Memang dibutuhkan proaktif juga dari manajemen koperasi, karena pengajuan sendiri lewat online. Namun tetap ditindaklanjuti oleh Kementrian Koperasi termasuk peninjauan langsung ke lapangan,” paparnya.

Koperasi yang ber-NIK ini dianggap sebagai koperasi yang sehat. Selain rutin menyelenggarakan RAT, manajemen Sehat. Juga keuntungan lain bisa akses ke perbankan atau bekerja sama dengan pihak ketiga karena legalitas Koperasi sudah ber NIK. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Sampai akhir 2019, jumlah koperasi di Kabupaten Pasuruan yang sudah memiliki Nomer Induk Koperasi (NIK) masih tercatat 310 koperasi. Jumlah ini masih sepertiga dari total koperasi di Kabupaten Pasuruan yang mencapai 993 koperasi.

Edy Nurhadi, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan mengatakan, NIK mulai diberlakukan Kementrian Koperasi sejak 2017 lalu.

Sejak saat itu, secara bertahap sejumlah koperasi mulai mendaftarkan NIK ke pusat. Namun, koperasi yang ber-NIK sendiri sangat tergantung dari proaktif manajemen koperasi sendiri.

“Dari jumlah memang tercatat masih 310 koperasi yang memiliki NIK. Dan masih sepertiga dari jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Dijelaskannya, NIK sendiri semacam standartisasi juga yang diberlakukan pusat. Sehingga, ada data secara menyeluruh di Indonesia terkait jumlah koperasi yang sudah terdata di pusat dan memenuhi kriteria tertentu.

Dinas Koperasi Kabupaten Pasuruan sendiri sudah menyosialiasikan agar Koperasi di daerah untuk mengajukan NIK. Sehingga, koperasi mereka bisa terstandarisasi dan juga terdata di pusat.

Namun memang sampai 2 tahun terakhir, masih 310 koperasi saja yang sudah memiliki NIK. “Memang dibutuhkan proaktif juga dari manajemen koperasi, karena pengajuan sendiri lewat online. Namun tetap ditindaklanjuti oleh Kementrian Koperasi termasuk peninjauan langsung ke lapangan,” paparnya.

Koperasi yang ber-NIK ini dianggap sebagai koperasi yang sehat. Selain rutin menyelenggarakan RAT, manajemen Sehat. Juga keuntungan lain bisa akses ke perbankan atau bekerja sama dengan pihak ketiga karena legalitas Koperasi sudah ber NIK. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/