alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

PU Fraksi, Pemkab Pasuruan Banjir Sorotan dari Dewan

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan memberikan sorotannya terhadap kinerja Pemkab Pasuruan. Sorotan itu muncul, dalam sidang lanjutan, pemandangan umum fraksi yang digelar beberapa jam usai pembacaan pengantar nota keuangan oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

Sorotan itu seperti yang dilontarkan Abu Bakar, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan. Menurut Bang Ayub –sapaan akrabnya-, masih banyak pekerjaan rumah (PR) dan banyak hal yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam urusan administrasi kependudukan misalnya. Ia memandang, pelayanan pembuatan KTP belum optimal. Bahkan, kontradiktif dengan program Kenduren Mas yang pengurusannya bisa langsung jadi.

Ia juga menyoroti soal minimnya perhatian Pemkab terhadap potensi-potensi wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan. “Banyak wisata berbasis alam dan hutan yang muncul. Tapi, belum mendapat perhatian dari Pemkab. Masyarakat desa cenderung mandiri untuk mengembangkannya. Ini kontradiktif dengan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat,” sindirnya.

Hal lain yang tak luput dari sorotan, berkaitan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Pemkab dianggap punya nyali untuk menaikkan UMK, disaat Pemda lain tidak berani melakukannya.

Namun, ditengah keberanian itu, masih ada yang juga membutuhkan perhatian. Seperti guru-guru honorer yang seharusnya ditingkatkan kesejahteraannya.

Kritikan dan saran juga datang dari Fraksi Gerindra. Menurut Kasiman, juru bicara F-Gerindra, hal yang perlu menjadi perhatian Pemkab, berkaitan dalam penanganan banjir. Selama ini, banjir kerap melanda beberapa kecamatan yang ada. Seharusnya, Pemkab sudah bisa mempelajari dan mengatasi banjir agar tidak kembali terulang.

“Mitigasi yang dilakukan, seharusnya tidak bersifat musiman. Langkah-langkah untuk penanganan banjir yang hampir setiap tahun melanda, sudah perlu dilakukan. Perlu rekayasa untuk memperlambat laju air, seperti dengan pembangunan waduk atau embung. Serta beberapa langkah lainnya,” bebernya.

Pihaknya juga menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi. Para petani masih kerap kesulitan untuk mendapatkannya.

Bahkan, bisa membuat harganya naik tiga kali lipat. “Ini jelas merugikan petani. Mereka akan kesulitan untuk menggarap sawahnya,” tandas dia.

Ketua Fraksi Nasdem Joko Cahyono mendorong, agar perhitungan pupuk bagi para petani dilakukan secara matang. Sehingga, tidak terjadi kelangkaan, yang membuat para petani kelimpungan untuk mendapatkan pupuk.

Ia juga mendesak agar ada penyesuaian untuk menaikkan insentif BPD. Sebab, mereka bagian penting dari pemerintah desa. “Jika UMK dinaikkan. Seharusnya, BPD juga diperhatikan,” ulasnya.

Persoalan konflik agraria juga harus diselesaikan. Sehingga, masyarakat Kabupaten Pasuruan, bisa hidup dengan tenang. “Kasihan warga kita, warga Kabupaten Pasuruan,” ujarnya melalui juru bicaranya, Eko Suryono.

Menurutnya, risalah pendapatan nampaknya perlu dipertegas dengan perangkaan yang jelas. Sehingga, proyeksi pendapatan 2021 dapat ditangkap dengan baik.

“Jangan sampai paparan yang ada, menjadi layaknya dongeng nina bobok di siang bolong. Tidak jelas. Kami minta, agar ada lampiran pendapatan secara kompherhensif di dinas penghasilan beserta angka target pendapatan 2021. Sehingga, nota pengantar keuangan APBD 2021 tidak mendekati nota kosong,” jelasnya. (one/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Tak Kenal Maka Tak Kebal Bukan Sekadar Jargon

Vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik atau khusus untuk dapat melawan penyakit tertentu.

Kembang Kempis Kerajinan Perak di Gajahbendo, Kecamatan Beji

Kerajinan perak sempat menjadi primadona di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, puluhan warga setempat menggantungkan hidupnya dari industri perak. Namun, kondisinya saat ini berubah.

Bawaslu Limpahkan Laporan Skor Debat ke Polres

Bawaslu Kota Pasuruan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran pilkada terkait adanya skor debat kedua Pilwali Pasuruan 2020, memenuhi syarat formil dan materil.

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.