alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Kekuatan APBD 2021 Kab Pasuruan Menurun

BANGIL, Radar Bromo – Pembahasan Rancangan APBD (R-APBD) 2021 benar-benar diburu waktu. Buktinya, kegiatan paripurna tentang R-APBD 2021 ini dilakukan sehari dua kali.

Di mulai dari kegiatan paripurna nota keuangan yang disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Selanjutnya, paripurna kedua dilanjutkan, dengan pandangan umum fraksi-fraksi.

Pandangan umum masing-masing fraksi ini dilayangkan, hanya beberapa jam setelah nota keuangan dibacakan. Itu berarti, sebelum dibacakan bupati, sejumlah fraksi sejatinya sudah mengetahui nota keuangan R-APBD 2021.

“Kami melakukan efisiensi waktu untuk bisa menyelesaikan pembahasan R-APBD 2021 ini,” ungkap Rusdi Sutejo, wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.

Rapat paripurna itu dilangsungkan secara virtual. Dalam pengantar nota keuangan, Bupati PasuruanIrsyad Yusuf menyampaikan, kekuatan APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021 mencapai Rp 3,34 triliun.

Nilai tersebut diperoleh dari sejumlah belanja yang akan dilakukan Pemkab Pasuruan. Baik untuk belanja pegawai, hingga barang serta hibah dan beberapa kegiatan belanja lainnya.

Jumlah belanja daerah itu, mengalami penurunan jika dibandingkan APBD 2020 setelah perubahan. Karena, belanja daerah dalam APBD pasca perubahan 2020 mencapai Rp 3,4 triliun.

Sementara untuk pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 3,1 triliun. Jumlah tersebut disebut-sebut mengalami penurunan, meski tidak signifikan dibandingkan APBD 2020 setelah perubahan. Dalam APBD Perubahan 2020, masih di kisaran Rp 3,1 triliun.

“Dari anggaran tersebut, terdapat defisit anggaran hingga Rp 141 miliar. Defisit tersebut, akan ditutup dengan rencana pembiayaan netto, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan,” beber Irsyad. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pembahasan Rancangan APBD (R-APBD) 2021 benar-benar diburu waktu. Buktinya, kegiatan paripurna tentang R-APBD 2021 ini dilakukan sehari dua kali.

Di mulai dari kegiatan paripurna nota keuangan yang disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Selanjutnya, paripurna kedua dilanjutkan, dengan pandangan umum fraksi-fraksi.

Pandangan umum masing-masing fraksi ini dilayangkan, hanya beberapa jam setelah nota keuangan dibacakan. Itu berarti, sebelum dibacakan bupati, sejumlah fraksi sejatinya sudah mengetahui nota keuangan R-APBD 2021.

“Kami melakukan efisiensi waktu untuk bisa menyelesaikan pembahasan R-APBD 2021 ini,” ungkap Rusdi Sutejo, wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.

Rapat paripurna itu dilangsungkan secara virtual. Dalam pengantar nota keuangan, Bupati PasuruanIrsyad Yusuf menyampaikan, kekuatan APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021 mencapai Rp 3,34 triliun.

Nilai tersebut diperoleh dari sejumlah belanja yang akan dilakukan Pemkab Pasuruan. Baik untuk belanja pegawai, hingga barang serta hibah dan beberapa kegiatan belanja lainnya.

Jumlah belanja daerah itu, mengalami penurunan jika dibandingkan APBD 2020 setelah perubahan. Karena, belanja daerah dalam APBD pasca perubahan 2020 mencapai Rp 3,4 triliun.

Sementara untuk pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 3,1 triliun. Jumlah tersebut disebut-sebut mengalami penurunan, meski tidak signifikan dibandingkan APBD 2020 setelah perubahan. Dalam APBD Perubahan 2020, masih di kisaran Rp 3,1 triliun.

“Dari anggaran tersebut, terdapat defisit anggaran hingga Rp 141 miliar. Defisit tersebut, akan ditutup dengan rencana pembiayaan netto, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan,” beber Irsyad. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/