alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kembali Layani Tatap Muka, Pengajuan E-KTP di Kab Pasuruan Naik Drastis

BANGIL, Radar Bromo – Pengajuan permintaan KTP elektronik (e-KTP) di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan melonjak, beberapa hari terakhir. Hal itu tak terlepas dari dibukanya kembali layanan tatap muka kepengurusan administrasi kependudukan (adminduk).

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, setelah merebak pandemi Covid-19, pelayanan di Dispendukcapil setempat memang lebih mengutamakan pelayanan online. Kendati untuk layanan e-KTP tetap bisa dilakukan offline, namun hanya yang darurat saja.

“Sehingga, mayoritas kemarin memang mengajukan online, untuk yang rusak, hilang, atau ganti data minor masih bisa dilakukan online. Sedangkan yang darurat masih bisa mengajukan misal untuk keperluan pembuatan BPJS atau syarat administrasi menerima bantuan,” terang Yudha.

Nah, mulai awal Juni ini, Dispendukcapil dan juga layanan di kecamatan mulai membuka layanan tatap muka. Hal ini dilakukan karena ada layanan yang memang harus dilakukan offline. Salah satunya untuk pembuatan e-KTP yang membutuhkan tatap muka untuk melakukan perekaman data, sidik jari, dan foto.

Sejak saat itulah, masyarakat yang datang ke Dispendukcapil dan kecamatan cenderung ada peningkatkan. Tingginya pengajuan e-KTP hingga mencapai 700-800 per harinya. Padahal, saat pelayanan tatap muka belum dibuka, rata-rata pengajuan mencapai sekitar 300-an per harinya.

Dijelaskan Yudha, saat layanan online diberlakukan beberapa waktu lalu, masyarakat banyak yang menunda pengurusan e-KTP. “Sehingga ada yang mulai mengurus sekarang dan juga pengajuan yang baru 17 tahun datang mengajukan e-KTP,” terangnya.

Kendati pengajuan e-KTP meningkat, layanan online dengan WA dikatakan tetap dilakukan. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pengajuan permintaan KTP elektronik (e-KTP) di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan melonjak, beberapa hari terakhir. Hal itu tak terlepas dari dibukanya kembali layanan tatap muka kepengurusan administrasi kependudukan (adminduk).

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, setelah merebak pandemi Covid-19, pelayanan di Dispendukcapil setempat memang lebih mengutamakan pelayanan online. Kendati untuk layanan e-KTP tetap bisa dilakukan offline, namun hanya yang darurat saja.

“Sehingga, mayoritas kemarin memang mengajukan online, untuk yang rusak, hilang, atau ganti data minor masih bisa dilakukan online. Sedangkan yang darurat masih bisa mengajukan misal untuk keperluan pembuatan BPJS atau syarat administrasi menerima bantuan,” terang Yudha.

Nah, mulai awal Juni ini, Dispendukcapil dan juga layanan di kecamatan mulai membuka layanan tatap muka. Hal ini dilakukan karena ada layanan yang memang harus dilakukan offline. Salah satunya untuk pembuatan e-KTP yang membutuhkan tatap muka untuk melakukan perekaman data, sidik jari, dan foto.

Sejak saat itulah, masyarakat yang datang ke Dispendukcapil dan kecamatan cenderung ada peningkatkan. Tingginya pengajuan e-KTP hingga mencapai 700-800 per harinya. Padahal, saat pelayanan tatap muka belum dibuka, rata-rata pengajuan mencapai sekitar 300-an per harinya.

Dijelaskan Yudha, saat layanan online diberlakukan beberapa waktu lalu, masyarakat banyak yang menunda pengurusan e-KTP. “Sehingga ada yang mulai mengurus sekarang dan juga pengajuan yang baru 17 tahun datang mengajukan e-KTP,” terangnya.

Kendati pengajuan e-KTP meningkat, layanan online dengan WA dikatakan tetap dilakukan. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/