alexametrics
27 C
Probolinggo
Tuesday, 2 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Anggaran BTT Kab Pasuruan Tahun Ini Turun Jadi Rp 25 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Pasuruan tahun ini turun drastis. Bila tahun lalu mencapai lebih dari Rp 100 miliar, tahun ini BTT hanya dianggarkan Rp 24 miliar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, tahun ini BTT turun drastis karena anggaran penanganan Covid-19 sudah tak masuk BTT.

Lantaran itu, tahun ini anggarannya tak sebanyak tahun lalu. “Untuk BTT tahun ini hanya Rp 25 miliar. Itu karena tidak ada penanganan Covid di dalamnya,” kata Ridwan Harris saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Ridwan, turunnya anggaran BTT tahun ini cukup signifikan. Sebab, tahun lalu BTT dianggarkan hingga Rp 140 miliar. Terbanyak, memang untuk penanganan Covid-19. “Tahun ini (BTT) jauh lebih kecil. Sebab, anggaran BTT pada 2020 lalu terbanyak memang untuk penanganan Covid sekitar seratusan miliar,” imbuhnya.

Lantaran tahun ini anggaran Covid tak dimasukkan BTT, maka BTT tahun ini difokuskan pada penanganan bencana alam. Seperti banjir, longsor, puting beliung, dan bencana alam lainnya.

“Untuk tahun ini seperti longsor di Tosari, pemasangan sandbag di Tanggul sungai Kedungringin, tapi keburu diterjang banjir lagi,” ungkapnya.

Di bulan pertama tahun 2021 lalu, anggaran BTT sudah terpakai sekitar Rp 7 miliar. Anggaran itu digunakan untuk sejumlah penanganan bencana termasuk longsor di Tosari dan sandbag tanggul Kedunglarangan, Bangil.

Nah, Februari ini anggaran BTT yang terpakai jauh lebih besar. Sebab, untuk pemasangan bronjong di Tanggul Kedunglarangan yang kembali jebol, butuh anggaran Rp 1,6 miliar.

Sementara itu, estimasi recovery banjir bandang Kepulungan terbaru, mencapai sekitar Rp 11,8 miliar. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Pasuruan tahun ini turun drastis. Bila tahun lalu mencapai lebih dari Rp 100 miliar, tahun ini BTT hanya dianggarkan Rp 24 miliar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, tahun ini BTT turun drastis karena anggaran penanganan Covid-19 sudah tak masuk BTT.

Lantaran itu, tahun ini anggarannya tak sebanyak tahun lalu. “Untuk BTT tahun ini hanya Rp 25 miliar. Itu karena tidak ada penanganan Covid di dalamnya,” kata Ridwan Harris saat dikonfirmasi.

Mobile_AP_Half Page

Dijelaskan Ridwan, turunnya anggaran BTT tahun ini cukup signifikan. Sebab, tahun lalu BTT dianggarkan hingga Rp 140 miliar. Terbanyak, memang untuk penanganan Covid-19. “Tahun ini (BTT) jauh lebih kecil. Sebab, anggaran BTT pada 2020 lalu terbanyak memang untuk penanganan Covid sekitar seratusan miliar,” imbuhnya.

Lantaran tahun ini anggaran Covid tak dimasukkan BTT, maka BTT tahun ini difokuskan pada penanganan bencana alam. Seperti banjir, longsor, puting beliung, dan bencana alam lainnya.

“Untuk tahun ini seperti longsor di Tosari, pemasangan sandbag di Tanggul sungai Kedungringin, tapi keburu diterjang banjir lagi,” ungkapnya.

Di bulan pertama tahun 2021 lalu, anggaran BTT sudah terpakai sekitar Rp 7 miliar. Anggaran itu digunakan untuk sejumlah penanganan bencana termasuk longsor di Tosari dan sandbag tanggul Kedunglarangan, Bangil.

Nah, Februari ini anggaran BTT yang terpakai jauh lebih besar. Sebab, untuk pemasangan bronjong di Tanggul Kedunglarangan yang kembali jebol, butuh anggaran Rp 1,6 miliar.

Sementara itu, estimasi recovery banjir bandang Kepulungan terbaru, mencapai sekitar Rp 11,8 miliar. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2