alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Proyek SPAM Kompensasi Umbulan Molor, Waswas Jadi Catatan Pusat  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo–Tak rampungnya pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Beji dan Rembang sebagai kompensasi Megaproyek Umbulan, terus jadi sorotan. Pemkab pun mendesak agar pelaksana segera merampungkan pembangunannya.

Sorotan itu seperti yang disampaikan Wabup Pasuruan Mujib Imron. Menurutnya, proyek yang tak selesai itu, tentunya berdampak kepada masyarakat.

Karena masyarakat tidak bisa segera mendapatkan manfaatnya. “Kami minta agar proyek SPAM di Beji dan Rembang bisa diselesaikan dengan ketentuan yang ada,” harap Gus Mujib -sapaan akrabnya.

Menurut Gus Mujib, untuk mendapatkan suntikan dana pembangunan SPAM dari pemerintah pusat, tidaklah mudah. Mengingat, anggaran pemerintah pusat juga terbatas. Dan banyak daerah lain yang membutuhkan support anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karenanya, ia meminta agar pelaksana tidak main-main dalam pengerjaannya. “Jangan sampai hal ini menjadi catatan dari pemerintah pusat. Sehingga, mempengaruhi support anggaran ke Kabupaten Pasuruan ke depannya,” imbuhnya.

Sejauh ini proses pembangunan SPAM masih berjalan. Hanya saja, belum sampai 70 persen dirampungkan. Padahal, deadline masa perpanjangan waktu diberikan hingga Februari 2021.

Pelaksana proyek senilai Rp 13 miliar di Rembang dan Rp 4 miliar di Beji, juga telah dikenai denda berjalan. Gus Mujib mewanti-wanti agar pelaksanaannya bisa diselesaikan. “Kalau tidak, bisa di-blacklist,” papar Gus Mujib.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab mendapat suntikan DAK untuk proyek SPAM di tiga wilayah. Suntikan dana tersebut, sebagai bentuk kompensasi atas program pipanisasi Umbulan.

Selain di Rembang dan Beji, ada juga di wilayah Gempol senilai Rp 5 miliar. Hanya saja, baru yang Gempol rampung dikerjakan. Sedangkan dua lainnya, masih proses pelaksanaan. (one/mie)

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo–Tak rampungnya pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Beji dan Rembang sebagai kompensasi Megaproyek Umbulan, terus jadi sorotan. Pemkab pun mendesak agar pelaksana segera merampungkan pembangunannya.

Sorotan itu seperti yang disampaikan Wabup Pasuruan Mujib Imron. Menurutnya, proyek yang tak selesai itu, tentunya berdampak kepada masyarakat.

Karena masyarakat tidak bisa segera mendapatkan manfaatnya. “Kami minta agar proyek SPAM di Beji dan Rembang bisa diselesaikan dengan ketentuan yang ada,” harap Gus Mujib -sapaan akrabnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut Gus Mujib, untuk mendapatkan suntikan dana pembangunan SPAM dari pemerintah pusat, tidaklah mudah. Mengingat, anggaran pemerintah pusat juga terbatas. Dan banyak daerah lain yang membutuhkan support anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karenanya, ia meminta agar pelaksana tidak main-main dalam pengerjaannya. “Jangan sampai hal ini menjadi catatan dari pemerintah pusat. Sehingga, mempengaruhi support anggaran ke Kabupaten Pasuruan ke depannya,” imbuhnya.

Sejauh ini proses pembangunan SPAM masih berjalan. Hanya saja, belum sampai 70 persen dirampungkan. Padahal, deadline masa perpanjangan waktu diberikan hingga Februari 2021.

Pelaksana proyek senilai Rp 13 miliar di Rembang dan Rp 4 miliar di Beji, juga telah dikenai denda berjalan. Gus Mujib mewanti-wanti agar pelaksanaannya bisa diselesaikan. “Kalau tidak, bisa di-blacklist,” papar Gus Mujib.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab mendapat suntikan DAK untuk proyek SPAM di tiga wilayah. Suntikan dana tersebut, sebagai bentuk kompensasi atas program pipanisasi Umbulan.

Selain di Rembang dan Beji, ada juga di wilayah Gempol senilai Rp 5 miliar. Hanya saja, baru yang Gempol rampung dikerjakan. Sedangkan dua lainnya, masih proses pelaksanaan. (one/mie)

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2