alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Target Retribusi RPH di Kab Pasuruan Turun Jadi Rp 150 Juta

BANGIL, Radar Bromo – Konsumsi daging sapi di tengah pandemi Covid-19 cenderung menurun. Kondisi itu membuat kegiatan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Pasuruan ikut menurun.

Kondisi itu membuat target retribusi dari RPH diturunkan. Dari Rp 165 juta menjadi Rp 150 juta sampai akhir tahun nanti.

Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan M. Syaifi mengatakan, imbas dari wabah covid-19 memang cukup berpengaruh pada intensitas pemotongan di RPH. Sebab, ekonomi melesu.

“Tren penurunan pemotongan sapi di RPH memang menurun dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk di masa pandemi Covid-19 juga turun berpengaruh pada konsumsi daging sapi di masyarakat,” terang Syaifi.

Dikatakannya, banyak faktor yang membuat menurunnnya pemotongan sapi di RPH. Selain konsumsi sapi juga menurun, kondisi ekonomi juga melesu. Sehingga masyarakat banyak yang berpindah dari konsumsi daging ke lauk lain yang lebih terjangkau misal daging ayam, ikan laut dan sebagainya.

“Termasuk juga setelah ada wabah Covid-19. Kegiatan pesta, selamaten juga hampir tidak ada. Sehingga permintaan daging sapi juga turun. Dan juga kegiatan hotel juga sepi sehingga permintaan daging sapi juga sepi,” ujarnya.

Dalam Perubahan APBD (P-APBD) lalu, target retribusi RPH diturunkan dari Rp 165 juta menjadi Rp 150 juta pertahun ini. Sedangkan tercatat penerimaan retribusi RPH sampai kuartal kedua atau akhir Agustus kemarin tercatat masih Rp 97,85 juta dari atau 65 persen dari target. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Konsumsi daging sapi di tengah pandemi Covid-19 cenderung menurun. Kondisi itu membuat kegiatan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Pasuruan ikut menurun.

Kondisi itu membuat target retribusi dari RPH diturunkan. Dari Rp 165 juta menjadi Rp 150 juta sampai akhir tahun nanti.

Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan M. Syaifi mengatakan, imbas dari wabah covid-19 memang cukup berpengaruh pada intensitas pemotongan di RPH. Sebab, ekonomi melesu.

“Tren penurunan pemotongan sapi di RPH memang menurun dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk di masa pandemi Covid-19 juga turun berpengaruh pada konsumsi daging sapi di masyarakat,” terang Syaifi.

Dikatakannya, banyak faktor yang membuat menurunnnya pemotongan sapi di RPH. Selain konsumsi sapi juga menurun, kondisi ekonomi juga melesu. Sehingga masyarakat banyak yang berpindah dari konsumsi daging ke lauk lain yang lebih terjangkau misal daging ayam, ikan laut dan sebagainya.

“Termasuk juga setelah ada wabah Covid-19. Kegiatan pesta, selamaten juga hampir tidak ada. Sehingga permintaan daging sapi juga turun. Dan juga kegiatan hotel juga sepi sehingga permintaan daging sapi juga sepi,” ujarnya.

Dalam Perubahan APBD (P-APBD) lalu, target retribusi RPH diturunkan dari Rp 165 juta menjadi Rp 150 juta pertahun ini. Sedangkan tercatat penerimaan retribusi RPH sampai kuartal kedua atau akhir Agustus kemarin tercatat masih Rp 97,85 juta dari atau 65 persen dari target. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/