alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

125 Warga Binaan Diasimilasi, Rutan Bangil Tetap Overload

BANGIL, Radar Bromo–Sebanyak 125 warga binaan (WB) Rutan Bangil mendapat program asimilasi saat pandemi Covid-19. Meski begitu, bayaknya warga binaan yang mendapat asimilasi itu, tak serta merta membuat Rutan Bangil menjadi longgar.

Jumlah warga binaan setempat tetap sesak. Hingga saat ini, 448 orang warga binaan yang tinggal di rutan setempat.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengungkapkan, jumlah warga binaan di Rutan Bangil masih overload. Kapasitas ruangan yang disediakan, masih jauh dari ideal.

Hal itu lantaran penghuni Rutan Bangil yang memang membeludak. Sebelumnya, lebih dari 500 warga binaan tinggal. Namun, adanya program asimilasi itu, membuat warga binaan sedikit berkurang.

Meski akhirnya, kondisi Rutan Bangil tetap sesak. “Memang ada pengurangan lantaran program asimilasi. Tapi, kapasitas yang ada, masih overload 100 persen lebih,” kata Bowo –sapaan akrab Tristiantoro Adi Wibowo-.

Selama program asimilasi itu, ada 125 orang yang menjalani masa penahanan di rumah masing-masing. Namun, tetap menjadi pantauan pihak Rutan. Sebab, mereka dikenakan wajib lapor.

Hanya saja, kondisi itu tak serta merta membuat Rutan Bangil lengang. Padahal, pembatasan tahanan untuk masuk ke Rutan Bangil juga dilakukan. Bahkan, Rutan Bangil nyaris tidak menerima tahanan baru. Namun, kondisi itu tidak serta merta membuat ruangan yang tersedia lowong.

Buktinya, tingkat hunian yang ada jauh dari kapasitas yang disiapkan. Kapasitas ruangan yang ada di Rutan Bangil, hanya 200 orang. “Memang untuk menjaga physical distancing susah. Karena jumlah warga binaan yang ada di sini, melampaui kapasitas ruangan,” bebernya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU