alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tiga Tewas di Tol Gempas usai Bus Rombongan Wisatawan Jateng Tabrakan di Tol

REMBANG, Radar Bromo – Insiden kecelakaan lalulintas di jalur bebas hambatan, kembali terjadi di Pasuruan, Jumat (18/2) dini hari. Kali ini bus rombongan wisatawan asal Solo dan Jogjakarta yang mengalami kecelakaan di tol Gempol-Pasuruan, tepatnya di KM 786/800 jalur A ruas Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang. Tiga korban meregang nyawa akibat insiden ini.

Insiden ini masih diselidiki polisi. Bahkan polisi masih melakukan perburuan terhadap dump truk yang terlibat kecelakaan dengan bus wisata. Sejumlah rekaman CCTV ditelusuri untuk mencari identitas sopir truk pasir.

Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, IPDA Kunaefi menguraikan, pencarian terhadap data-data truk pasir yang kabur, masih dilakukan. Rekaman-rekaman CCTV di tiga ruas jalan tol, sedang diamati. Selain tol Gempas, juga ada Tol Gempan dan Surabaya-Gempol.

“Masih dalam pencarian. Memang ada kendala, karena gambar CCTV kurang menunjang,” kata Kunaefi saat mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan kemarin (19/2).

Menurut Kunaefi, kecelakaan bus rombongan wisata itu, terjadi Jumat dini hari.

Semula, rombongan berisi puluhan pekerja pabrik itu, baru menyelesaikan wisata dari Bali. Mereka menumpang bus wisata nopol AB 7864 AS, menuju Solo dan Yogyakarta.

“Sebenarnya ada dua rombongan bus. Yang terlibat kecelakaan ini, yang ada di depan. Rombongan satu lainnya, jauh tertinggal di belakang,” jelas Kunaefi saat mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Andhika Mizaldy Lubis.

Bus nopol AB 7864 AS itu dikemudikan Dwi Antoro, 32, warga Ngaglik, Sleman, DIY Yogyakarta. Hingga sampai di Pejangkungan, Kecamatan Rembang, petaka tak diharapkan menimpa.

Pengemudi bus, mendadak hilang kendali. Lantaran diduga, mengantuk saat mengemudi. Bus yang semula berada di lajur cepat, mengarah ke kiri. Dan masuk jalur lambat.

Ironisnya, di depan ada truk muatan pasir yang belum diketahui identitas pengemudinya. Tanpa bisa dicegah, tabrakan pun terjadi. Usai insiden, dump truk langsung kabur.

Insiden itupun, memicu korban jiwa. Tiga orang meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya, mengalami luka berat dan 15 orang lainnya mengalami luka ringan. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.  (one/fun)

REMBANG, Radar Bromo – Insiden kecelakaan lalulintas di jalur bebas hambatan, kembali terjadi di Pasuruan, Jumat (18/2) dini hari. Kali ini bus rombongan wisatawan asal Solo dan Jogjakarta yang mengalami kecelakaan di tol Gempol-Pasuruan, tepatnya di KM 786/800 jalur A ruas Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang. Tiga korban meregang nyawa akibat insiden ini.

Insiden ini masih diselidiki polisi. Bahkan polisi masih melakukan perburuan terhadap dump truk yang terlibat kecelakaan dengan bus wisata. Sejumlah rekaman CCTV ditelusuri untuk mencari identitas sopir truk pasir.

Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, IPDA Kunaefi menguraikan, pencarian terhadap data-data truk pasir yang kabur, masih dilakukan. Rekaman-rekaman CCTV di tiga ruas jalan tol, sedang diamati. Selain tol Gempas, juga ada Tol Gempan dan Surabaya-Gempol.

“Masih dalam pencarian. Memang ada kendala, karena gambar CCTV kurang menunjang,” kata Kunaefi saat mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan kemarin (19/2).

Menurut Kunaefi, kecelakaan bus rombongan wisata itu, terjadi Jumat dini hari.

Semula, rombongan berisi puluhan pekerja pabrik itu, baru menyelesaikan wisata dari Bali. Mereka menumpang bus wisata nopol AB 7864 AS, menuju Solo dan Yogyakarta.

“Sebenarnya ada dua rombongan bus. Yang terlibat kecelakaan ini, yang ada di depan. Rombongan satu lainnya, jauh tertinggal di belakang,” jelas Kunaefi saat mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Andhika Mizaldy Lubis.

Bus nopol AB 7864 AS itu dikemudikan Dwi Antoro, 32, warga Ngaglik, Sleman, DIY Yogyakarta. Hingga sampai di Pejangkungan, Kecamatan Rembang, petaka tak diharapkan menimpa.

Pengemudi bus, mendadak hilang kendali. Lantaran diduga, mengantuk saat mengemudi. Bus yang semula berada di lajur cepat, mengarah ke kiri. Dan masuk jalur lambat.

Ironisnya, di depan ada truk muatan pasir yang belum diketahui identitas pengemudinya. Tanpa bisa dicegah, tabrakan pun terjadi. Usai insiden, dump truk langsung kabur.

Insiden itupun, memicu korban jiwa. Tiga orang meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya, mengalami luka berat dan 15 orang lainnya mengalami luka ringan. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.  (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/