alexametrics
26 C
Probolinggo
Tuesday, 2 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dewan Desak Pasang EWS di Sungai yang Rawan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo- Banjir masih menjadi ancaman bagi sejumlah warga di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain pengaruh hujan, beberapa wilayah yang dilalui sungai besar menjadi faktornya.

Seperti aliran Sungai Kedunglarangan yang kerap meluap dan menimbulkan banjir di Kalianyar, Manaruwi hingga Kalirejo di Kecamatan Bangil atau Sungai Kambeng, di wilayah Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Karenanya, DPRD Kabupaten Pasuruan berharap agar ada pemasangan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di sungai-sungai. Sehingga, warga yang tinggal di dekat sungai besar bisa bersiap bila banjir terjadi.

“EWS ini diperlukan agar tidak sampai muncul korban jiwa,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi.

Menurut Andri, pemasangan EWS di sungai-sungai besar sangat urgen dilakukan. Karena bisa meminimalisasi dampak bencana banjir ketika melanda. Dengan keberadaan EWS di sungai-sungai besar, masyarakat bisa melakukan antisipasi sejak dini.

“Kami minta agar dipasang EWS di sungai-sungai yang berpotensi memicu bencana. Seperti di Kedunglarangan atau di Sungai Kambeng dan sungai-sungai lain,” pintanya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menguraikan, pemasangan EWS sebenarnya sudah dilakukan di beberapa sungai. Selain Sungai Welang, Kecamatan Kraton juga ada di Sungai Petung, Kecamatan Pasrepan.

Untuk Sungai Kedunglarangan, memang belum terpasang. Tapi sudah ada CCTV yang dipasang oleh BPBD Jatim di wilayah Bekacak yang merupakan aliran hulu Sungai Kedunglarangan.

“Memang untuk EWS belum terpasang oleh BBWS Brantas. Tapi ada CCTV yang dipasang di Bekacak,” sampainya.

Pemasangan CCTV itu, bisa menjadi semacam alarm. Karena volume air Sungai Kedunglarangan yang menuju Kalianyar bisa terpantau.

“Ketika ada potensi banjir  kami mendapat informasi dari BPBD Jatim. Kami pun melanjutkan dengan memberikan peringatan dini kepada warga agar mereka mengevakuasi diri. Misalnya ke masjid,” bebernya.

Sementara untuk sungai Kambeng di Kepulungan ia mengakui belum ada ESW. Pihaknya pun belum memastikan kapan EWS tersebut dipasang.

“Kalau untuk Kepulungan, kasusnya berbeda. Banjir yang terjadi dipengaruhi sumbatan air oleh sampah dan barongan,” timpalnya. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo- Banjir masih menjadi ancaman bagi sejumlah warga di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain pengaruh hujan, beberapa wilayah yang dilalui sungai besar menjadi faktornya.

Seperti aliran Sungai Kedunglarangan yang kerap meluap dan menimbulkan banjir di Kalianyar, Manaruwi hingga Kalirejo di Kecamatan Bangil atau Sungai Kambeng, di wilayah Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Karenanya, DPRD Kabupaten Pasuruan berharap agar ada pemasangan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di sungai-sungai. Sehingga, warga yang tinggal di dekat sungai besar bisa bersiap bila banjir terjadi.

Mobile_AP_Half Page

“EWS ini diperlukan agar tidak sampai muncul korban jiwa,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi.

Menurut Andri, pemasangan EWS di sungai-sungai besar sangat urgen dilakukan. Karena bisa meminimalisasi dampak bencana banjir ketika melanda. Dengan keberadaan EWS di sungai-sungai besar, masyarakat bisa melakukan antisipasi sejak dini.

“Kami minta agar dipasang EWS di sungai-sungai yang berpotensi memicu bencana. Seperti di Kedunglarangan atau di Sungai Kambeng dan sungai-sungai lain,” pintanya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menguraikan, pemasangan EWS sebenarnya sudah dilakukan di beberapa sungai. Selain Sungai Welang, Kecamatan Kraton juga ada di Sungai Petung, Kecamatan Pasrepan.

Untuk Sungai Kedunglarangan, memang belum terpasang. Tapi sudah ada CCTV yang dipasang oleh BPBD Jatim di wilayah Bekacak yang merupakan aliran hulu Sungai Kedunglarangan.

“Memang untuk EWS belum terpasang oleh BBWS Brantas. Tapi ada CCTV yang dipasang di Bekacak,” sampainya.

Pemasangan CCTV itu, bisa menjadi semacam alarm. Karena volume air Sungai Kedunglarangan yang menuju Kalianyar bisa terpantau.

“Ketika ada potensi banjir  kami mendapat informasi dari BPBD Jatim. Kami pun melanjutkan dengan memberikan peringatan dini kepada warga agar mereka mengevakuasi diri. Misalnya ke masjid,” bebernya.

Sementara untuk sungai Kambeng di Kepulungan ia mengakui belum ada ESW. Pihaknya pun belum memastikan kapan EWS tersebut dipasang.

“Kalau untuk Kepulungan, kasusnya berbeda. Banjir yang terjadi dipengaruhi sumbatan air oleh sampah dan barongan,” timpalnya. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2