alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ini Keputusan Pengadilan soal Masjid di Gempeng yang Digugat

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Gugatan ahli waris atas tanah masjid dan tanah yang ditempati warga Gempeng, Kecamatan Bangil, diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (18/1). Dalam sidang putusan itu, majelis hakim PN Bangil menolak gugatan ahli waris.

Sugeng Harsoyo, ketua Majelis Hakim dalam sidang itu menjelaskan, PN Bangil tidak memiliki hak untuk memeriksa atau memutuskan perkara tersebut. Sebab, perkara hibah, waris, atau wakaf, kewenangannya bukan di PN Bangil. Melainkan pada pengadilan agama.

“Pengadilan Negeri Bangil tidak bisa memutus dan memeriksa perkara tersebut. Gugatan tentang warisan, hibah, dan wakaf adalah kewenangan pengadilan agama dan bukan pengadilan negeri,” terang Sugeng.

PERDATA: Masjid yang berada di atas tanah gugatan (Foto: Dok. Radar Bromo)

Atas pertimbangan itulah, PN Bangil tidak mengabulkan gugatan dari pihak penggugat yang mengaku sebagai ahli waris. Bahkan, PN Bangil mengadili agar penggugat membayar perkara sebesar Rp 3,5 juta.

“Ini menjadi sidang akhir. Silakan masing-masing pihak mempelajarinya,” beber Sugeng Harsoyo.

Kasus ini sendiri berawal dari gugatan yang dilakukan Djakfar, Ahmad Ali Husni, dan Khoirul Anam. Mereka merupakan anak dari Durijah yang mengklaim sebagai pemilik lahan seluas kurang lebih 1.310 meter persegi.

Dari luas lahan 1.310 meter persegi yang diperkarakan itu, sekitar 400 meter persegi dibangun masjid di atasnya. Akibatnya, tanah yang dipakai untuk masjid itu pun ikut digugat.

Dalam gugatannya, tanah seluas 1.310 meter persegi itu hendak diambil alih dari Abdul Syukur oleh para penggugat. Abdul Syukur sendiri merupakan saudara kandung dari Durijah yang tak lain adalah ibu dari ketiga penggugat.

Pihak penggugat mengklaim, tanah tersebut sebelumnya hanya dipinjamkan kepada Abdul Syukur. Sementara, yang berhak atas tanah tersebut adalah Durijah. Namun kenyataannya, Abdul Syukur lantas menguasai lahan itu.

Masjid di Gempeng Bangil Ini Digugat akibat Sengketa Ahlis Waris

Dalam materi gugatan sendiri, ada 16 pihak yang menjadi tergugat. Bahkan, kurang lebih 400 meter persegi lahan setempat yang dijadikan masjid juga digugat.

Pihak PN Bangil memandang perkara tersebut bukan kewenangan PN. Melainkan kewenangan pengadilan agama. Sehingga, PN Bangil tidak berwewenang untuk memberikan keputusan ataupun pemeriksaan.

Atas putusan itu, Siti Zuroidah Amperawati selaku kuasa hukum tergugat mengaku puas. Ia pun bersyukur atas putusan PN Bangil. “Kami bersyukur atas putusan tersebut,” ungkapnya bersama tim kuasa hukumnya.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Partoyo memandang, majelis hakim keliru memahami gugatan. Karena gugatan yang dilayangkan bukan masalah hibah, waris, ataupun wakaf. Melainkan masalah tanah milik kliennya yang sudah dijual ke orang lain.

“Kami akan pelajari dulu putusan majelis hakim seperti apa. Baru kami akan pertimbangkan lagi, akan lanjut ke PA ataupun PT,” sampainya. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Gugatan ahli waris atas tanah masjid dan tanah yang ditempati warga Gempeng, Kecamatan Bangil, diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Senin (18/1). Dalam sidang putusan itu, majelis hakim PN Bangil menolak gugatan ahli waris.

Sugeng Harsoyo, ketua Majelis Hakim dalam sidang itu menjelaskan, PN Bangil tidak memiliki hak untuk memeriksa atau memutuskan perkara tersebut. Sebab, perkara hibah, waris, atau wakaf, kewenangannya bukan di PN Bangil. Melainkan pada pengadilan agama.

“Pengadilan Negeri Bangil tidak bisa memutus dan memeriksa perkara tersebut. Gugatan tentang warisan, hibah, dan wakaf adalah kewenangan pengadilan agama dan bukan pengadilan negeri,” terang Sugeng.

Mobile_AP_Half Page

PERDATA: Masjid yang berada di atas tanah gugatan (Foto: Dok. Radar Bromo)

Atas pertimbangan itulah, PN Bangil tidak mengabulkan gugatan dari pihak penggugat yang mengaku sebagai ahli waris. Bahkan, PN Bangil mengadili agar penggugat membayar perkara sebesar Rp 3,5 juta.

“Ini menjadi sidang akhir. Silakan masing-masing pihak mempelajarinya,” beber Sugeng Harsoyo.

Kasus ini sendiri berawal dari gugatan yang dilakukan Djakfar, Ahmad Ali Husni, dan Khoirul Anam. Mereka merupakan anak dari Durijah yang mengklaim sebagai pemilik lahan seluas kurang lebih 1.310 meter persegi.

Dari luas lahan 1.310 meter persegi yang diperkarakan itu, sekitar 400 meter persegi dibangun masjid di atasnya. Akibatnya, tanah yang dipakai untuk masjid itu pun ikut digugat.

Dalam gugatannya, tanah seluas 1.310 meter persegi itu hendak diambil alih dari Abdul Syukur oleh para penggugat. Abdul Syukur sendiri merupakan saudara kandung dari Durijah yang tak lain adalah ibu dari ketiga penggugat.

Pihak penggugat mengklaim, tanah tersebut sebelumnya hanya dipinjamkan kepada Abdul Syukur. Sementara, yang berhak atas tanah tersebut adalah Durijah. Namun kenyataannya, Abdul Syukur lantas menguasai lahan itu.

Masjid di Gempeng Bangil Ini Digugat akibat Sengketa Ahlis Waris

Dalam materi gugatan sendiri, ada 16 pihak yang menjadi tergugat. Bahkan, kurang lebih 400 meter persegi lahan setempat yang dijadikan masjid juga digugat.

Pihak PN Bangil memandang perkara tersebut bukan kewenangan PN. Melainkan kewenangan pengadilan agama. Sehingga, PN Bangil tidak berwewenang untuk memberikan keputusan ataupun pemeriksaan.

Atas putusan itu, Siti Zuroidah Amperawati selaku kuasa hukum tergugat mengaku puas. Ia pun bersyukur atas putusan PN Bangil. “Kami bersyukur atas putusan tersebut,” ungkapnya bersama tim kuasa hukumnya.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Partoyo memandang, majelis hakim keliru memahami gugatan. Karena gugatan yang dilayangkan bukan masalah hibah, waris, ataupun wakaf. Melainkan masalah tanah milik kliennya yang sudah dijual ke orang lain.

“Kami akan pelajari dulu putusan majelis hakim seperti apa. Baru kami akan pertimbangkan lagi, akan lanjut ke PA ataupun PT,” sampainya. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2