alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kab Pasuruan Belum Tuntas

BANGIL, Radar Bromo – Proyek rehab rumah tak layak huni (RTLH) belum tuntas. Hingga saat ini, ada sekitar 60 unit di antara 1.200 unit rumah yang direhab pada 2021 ini. Pengerjaan terkendala tenaga dan cuaca.

Kepala Bidang Penataan Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Sutoko mengungkapkan, 1.200 RTLH ditargetkan bisa terbangun tahun ini. Jumlah itu memang menyusut dari rencana awal, yaitu 2 ribu unit. Anggaran Rp 18 miliar dialokasikan untuk membangun ribuan RTLH tersebut.

Namun, hingga mendekati akhir tahun, belum seluruhnya selesai. Sutoko menyebutkan, sekitar 1.140 unit RTLH rampung 100 persen. Sementara, 60 unit lainnya masih proses pengerjaan. ”Hanya sisa kurang lebih 60 unit yang sedang dalam pengerjaan,” ujarnya.

Menurut Sutoko, ada beberapa kendala penyelesaian pembangunan RTLH tersebut. Selain kekurangan tenaga, juga masalah cuaca. Hujan menghambat pengerjaan. ”Tenaga ada keterbatasan juga. Bergiliran,” bebernya.

Meski begitu, Sutoko terus mendorong agar pekerjaan segera diselesaikan. Sebab, waktu hanya tersisa dua pekan. ”Masih ada waktu dua pekan. Tapi, kami dorong agar pekan depan semuanya selesai,” tandasnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Proyek rehab rumah tak layak huni (RTLH) belum tuntas. Hingga saat ini, ada sekitar 60 unit di antara 1.200 unit rumah yang direhab pada 2021 ini. Pengerjaan terkendala tenaga dan cuaca.

Kepala Bidang Penataan Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Sutoko mengungkapkan, 1.200 RTLH ditargetkan bisa terbangun tahun ini. Jumlah itu memang menyusut dari rencana awal, yaitu 2 ribu unit. Anggaran Rp 18 miliar dialokasikan untuk membangun ribuan RTLH tersebut.

Namun, hingga mendekati akhir tahun, belum seluruhnya selesai. Sutoko menyebutkan, sekitar 1.140 unit RTLH rampung 100 persen. Sementara, 60 unit lainnya masih proses pengerjaan. ”Hanya sisa kurang lebih 60 unit yang sedang dalam pengerjaan,” ujarnya.

Menurut Sutoko, ada beberapa kendala penyelesaian pembangunan RTLH tersebut. Selain kekurangan tenaga, juga masalah cuaca. Hujan menghambat pengerjaan. ”Tenaga ada keterbatasan juga. Bergiliran,” bebernya.

Meski begitu, Sutoko terus mendorong agar pekerjaan segera diselesaikan. Sebab, waktu hanya tersisa dua pekan. ”Masih ada waktu dua pekan. Tapi, kami dorong agar pekan depan semuanya selesai,” tandasnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/