Anggaran Proyek Jambanisasi di Kab Pasuruan Masih Tersendat

BANGIL, Radar Bromo – Upaya memerangi buang air besar (BAB) sembarangan terus dilakukan di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya, lewat program jambanisasi yang dilakukan pemkab setempat.

Tahun ini pemkab menargetkan bisa membangun ribuan jamban. Dana hingga Rp 3,5 miliar dialokasikan. Sayangnya, hingga saat ini rencana itu mengambang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengungkapkan, sebanyak 2.377 jamban diproyeksikan bisa dibangun tahun ini.

Jumlah itu menyusut dari rencana awal, sebanyak 4.755 jamban. Hal ini imbas refocusing anggaran. Dana awal sebesar Rp 7 miliar yang disiapkan, hanya menyisakan separo anggaran.

Sehingga, tersisa Rp 3,5 miliar yang akan direalisasikan untuk membangun 2.377 jamban. Namun, sejauh ini rencana tersebut juga belum bisa dijalankan.

Pemkab masih menunggu ketersediaan anggaran untuk merealisasikannya. “Untuk proyek jambanisasi, belum bisa dijalankan. Karena masih menunggu ketersediaan anggaran,” ungkap dia.

Ia menyampaikan, belum bisa memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, rencana itu akan disesuaikan di Perubahan APBD (P-APBD) 2020.

“Kami akan sesuaikan lagi. Apakah anggarannya memungkinkan untuk merealisasikan program tersebut,” tambahnya.

Seperti yang disampaikan Hari, pembangunan jamban ini bukan tanpa alasan. Langkah ini merupakan upaya pemkab dalam memerangi buang air besar sembarangan di tengah masyarakat, imbas ketiadaan sanitasi. Dengan program jambanisasi ini, diharapkan ketersediaan sanitasi di masyarakat memadai.

Sehingga, lingkungan dan kehidupan masyarakat lebih sehat. Seiring dengan perilaku buang air besar sembarangan yang hilang. (one/mie)