alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Tunggakan Sewa Kios Plaza Bangil, Mulai Ada yang Membayar

BANGIL, Radar Bromo –Penyidikan kasus dugaan penyimpangan pada piutang sewa kios Plaza Bangil oleh Kejari Kabupaten Pasuruan, ternyata membuat beberapa pedagang akhirnya keder. Perlahan, beberapa pedagang mulai membayar sewa kios mereka yang lama nunggak itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano VF. Santoso. Menurutnya, beberapa pedagang di Plaza Bangil mulai membuka diri untuk melunasi kewajibannya. Sebagian bahkan ada yang sudah membayar.

Meskipun memang, mereka baru membayar dengan cara mengangsur. Sebagian lagi, meminta kelonggaran pembayaran. Bahkan, ada yang bernegosiasi untuk meminta penerbitan hak izin sewa yang ditujukan untuk agunan. Supaya, agunan tersebut bisa digunakan untuk membayar utang.

“Sudah ada beberapa pedagang yang luluh. Mereka mau membayar tanggungannya, meski tidak seluruhnya. Ada pula yang meminta kelonggaran hingga pengajuan hak izin sewa. Supaya bisa mendapat agunan dari bank untuk menutup utang,” ungkap Diano.

Hanya saja, Diano tak merincikan berapa besar pembayaran yang mulai dilakukan pedagang. Namun, ia meyakinkan perlahan sudah ada beberapa pedagang yang mau terbuka. Dan mengakui kalau tempat yang mereka gunakan adalah aset daerah.

Menurut Diano, upaya penagihan uang sewa tersebut terus dilakukan pihaknya. Bahkan, pihaknya juga mengerahkan petugas khusus untuk menagih uang sewa itu. Meski baru satu orang petugas.

“Kami sudah beri SK juru tagih piutang khusus dengan masalah ini. Memang baru satu orang. Sementara idealnya paling tidak enam orang. Sebab, tugasnya tidak hanya memangih sewa Plaza Bangil, tetapi juga aset pemkab yang dikelola Disperindag Kabupaten Pasuruan lainnya,” bebernya.

BANGIL, Radar Bromo –Penyidikan kasus dugaan penyimpangan pada piutang sewa kios Plaza Bangil oleh Kejari Kabupaten Pasuruan, ternyata membuat beberapa pedagang akhirnya keder. Perlahan, beberapa pedagang mulai membayar sewa kios mereka yang lama nunggak itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano VF. Santoso. Menurutnya, beberapa pedagang di Plaza Bangil mulai membuka diri untuk melunasi kewajibannya. Sebagian bahkan ada yang sudah membayar.

Meskipun memang, mereka baru membayar dengan cara mengangsur. Sebagian lagi, meminta kelonggaran pembayaran. Bahkan, ada yang bernegosiasi untuk meminta penerbitan hak izin sewa yang ditujukan untuk agunan. Supaya, agunan tersebut bisa digunakan untuk membayar utang.

“Sudah ada beberapa pedagang yang luluh. Mereka mau membayar tanggungannya, meski tidak seluruhnya. Ada pula yang meminta kelonggaran hingga pengajuan hak izin sewa. Supaya bisa mendapat agunan dari bank untuk menutup utang,” ungkap Diano.

Hanya saja, Diano tak merincikan berapa besar pembayaran yang mulai dilakukan pedagang. Namun, ia meyakinkan perlahan sudah ada beberapa pedagang yang mau terbuka. Dan mengakui kalau tempat yang mereka gunakan adalah aset daerah.

Menurut Diano, upaya penagihan uang sewa tersebut terus dilakukan pihaknya. Bahkan, pihaknya juga mengerahkan petugas khusus untuk menagih uang sewa itu. Meski baru satu orang petugas.

“Kami sudah beri SK juru tagih piutang khusus dengan masalah ini. Memang baru satu orang. Sementara idealnya paling tidak enam orang. Sebab, tugasnya tidak hanya memangih sewa Plaza Bangil, tetapi juga aset pemkab yang dikelola Disperindag Kabupaten Pasuruan lainnya,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/