Pemkab Genjot Budi Daya Bawang Putih, Berharap Menguntungkan Petani

BANGIL – Naiknya harga bawang putih, rupanya menjadi daya tarik bagi Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan. Dinas Pertanian pun membudidayakan bawang putih sejak empat bulan belakangan.

SUDAH EMPAT BULAN: Selain di Tosari, pertanian di Kecamatan Tutur juga ditanami bawang putih sejak empat bulan silam. (Dinas Pertanian for Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Ihwan menyampaikan, budi daya bawang putih tidak serta merta bisa dilakukan. Karena yang bisa ditanami adalah lahan dengan ketinggian 800 meter dpl. Seperti kawasan Tosari dan Tutur.

Selama ini, lahan pertanian di Tosari dan Tutur, kebanyakan ditanami kentang. Namun, petani menurutnya tidak harus menanam kentang.

“Kami ingin ada rotasi tanaman. Sehingga, petani tidak melulu menanam kentang,” kata Ihwan.

Ia menambahkan, budi daya kentang memang terbilang baru. Namun, petani tidak harus menanam kentang. Bisa juga menanam bawang putih yang keuntungannya menunjang.

Menurutnya, banyak keuntungan yang bisa didapat petani dengan menanam bawang putih. Di antaranya, petani bisa bekerja sama dengan perusahaan atau pengusaha importir bawang putih.

“Jadi, impor bawang putih itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada syaratnya. Pengusaha yang akan impor bawang putih, harus punya kerja sama dengan petani,” tuturnya.

Kerja sama yang dimaksud yaitu dalam bentuk penanaman bawang putih. Dalam hal ini, perusahaan menyediakan bibit bawang putih dan pupuk untuk petani bawang putih. Sementara, petani hanya merawat atau mengelola tanaman.

Selanjutnya, saat panen keuntungan harus dibagi dengan persentase 85 persen banding 15 persen. Yaitu, 85 persen untuk petani dan 15 persen untuk pengusaha.

Di samping itu, pasar bawang putih juga jelas. Petani tidak perlu susah untuk menjual hasil produksinya. Sebab, bawang putih laku dijual dengan mudah.

“Pasarnya jelas. Harganya pun bagus. Saat ini, bawang putih basah dihargai Rp 15 ribu per kilogramnya,” tambah dia.

Menurut Ihwan, setidaknya sudah ada sekitar 100 hektare lahan pertanian di wilayah Tosari dan Tutur yang ditanami bawang putih. Produksinya, bisa mencapai 13 ton per hektare. Jumlah itu, diproyeksikan bisa terus meningkat seiring potensi pertanian bawang putih yang masih menjanjikan. (one/fun)