alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Rehab Gedung Poli RSUD Bangil, Dianggarkan Rp 8 M

BANGIL, Radar Bromo – RSUD Bangil tahun ini bakal berbenah. Rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu bakal dikucuri anggaran miliaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan 2021.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pengembangan gedung kesehatan dilakukan untuk peningkatan layanan bagi pasien. Wabah korona yang tak kunjung berakhir, membuat kebutuhan ruangan semakin meningkat.

Sebab, banyak ruangan yang semula difungsikan untuk pelayanan kesehatan umum, seperti paru dan jantung, akhirnya difungsikan untuk pasien Covid-19.

Hal ini berdampak terhadap layanan untuk pasien yang lain. “Padahal, pasien non-Covid-19, juga membutuhkan perhatian lebih. Sementara, ruangan untuk pelayanan kesehatan, tidak sedikit yang akhirnya dialihkan untuk menangani pasien Covid-19,” jelas Hayat.

Salah satu rencana yang akan direalisasikan tahun ini, dengan pembangunan gedung layanan poli. Gedung yang semula hanya berlantai satu itu, akan ditingkatkan menjadi dua lantai.

Rencananya, ada ruangan-ruangan layanan ataupun inap yang bisa disediakan. Dengan begitu, persediaan ruangan lebih banyak bagi pasien.

Ruangan tambahan itulah yang nantinya untuk bisa menampung pasien inap umum. Seperti pasien penderita jantung. “Kami berencana untuk mengembangkan gedung layanan poli menjadi dua lantai,” sampainya.

Untuk merealisasikan hal itu, dana tak kurang dari Rp 8 miliar dialokasikan. Dana itu bersumber dari DBHCHT 2021. Saat ini prosesnya masih perencanaan. “Kami estimasi, Februari sudah bisa lelang,” terangnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – RSUD Bangil tahun ini bakal berbenah. Rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu bakal dikucuri anggaran miliaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan 2021.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pengembangan gedung kesehatan dilakukan untuk peningkatan layanan bagi pasien. Wabah korona yang tak kunjung berakhir, membuat kebutuhan ruangan semakin meningkat.

Sebab, banyak ruangan yang semula difungsikan untuk pelayanan kesehatan umum, seperti paru dan jantung, akhirnya difungsikan untuk pasien Covid-19.

Hal ini berdampak terhadap layanan untuk pasien yang lain. “Padahal, pasien non-Covid-19, juga membutuhkan perhatian lebih. Sementara, ruangan untuk pelayanan kesehatan, tidak sedikit yang akhirnya dialihkan untuk menangani pasien Covid-19,” jelas Hayat.

Salah satu rencana yang akan direalisasikan tahun ini, dengan pembangunan gedung layanan poli. Gedung yang semula hanya berlantai satu itu, akan ditingkatkan menjadi dua lantai.

Rencananya, ada ruangan-ruangan layanan ataupun inap yang bisa disediakan. Dengan begitu, persediaan ruangan lebih banyak bagi pasien.

Ruangan tambahan itulah yang nantinya untuk bisa menampung pasien inap umum. Seperti pasien penderita jantung. “Kami berencana untuk mengembangkan gedung layanan poli menjadi dua lantai,” sampainya.

Untuk merealisasikan hal itu, dana tak kurang dari Rp 8 miliar dialokasikan. Dana itu bersumber dari DBHCHT 2021. Saat ini prosesnya masih perencanaan. “Kami estimasi, Februari sudah bisa lelang,” terangnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/