alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

TPA Wonokerto Tak Kunjung Dimanfaatkan, Ini Kendalanya

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran miliar rupiah sudah terpakai. Gara-gara terkendala aliran listrik, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonokerto di Kecamatan Sukorejo, mangkrak hingga sekarang. Tidak juga digunakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo ke lokasi Jumat (16/7) menunjukkan, TPA Wonokerto terkesan terabaikan. Gerbang besi masih tutup. Tidak bisa masuk ke lokasi TPA. Sementara, di bagian luar, tulisan TPA berubah menjadi PA Wonokerto. Pembangunan TPA itu selesai pada Desember 2020 lalu. Anggarannya sekitar Rp 15 miliar.

Kabid Penanganan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra mengungkapkan, pemanfaatan TPA Wonokerto memang belum bisa dilakukan. Sebenarnya, lanjut dia, DLH berharap TPA itu segera difungsikan. Namun, masih ada hambatan.

Kendalanya masalah lama, yakni listrik. Hingga saat ini, ketersediaan listrik untuk TPA belum memadai. Karena itu, TPA tidak bisa beroperasi. ”Listrik itu penting untuk perkantoran, jembatan timbang, dan yang lain. Tapi, saat ini, belum bisa optimal masuk ke TPA,” terangnya.

Syahnur sudah berkoordinasi dengan PLN. Namun, penyediaan listrik yang menunjang kawasan setempat harus didukung adanya infrastruktur yang memadai. Misalnya, tiang listrik sendiri.

Dibutuhkan tiang listrik kurang lebih tujuh unit. Anggarannya tersedia. Karena itu, persoalan listrik belum terselesaikan sampai sekarang. ”Biayanya besar. Bisa puluhan juta untuk mendukung infrastruktur kelistrikan. Sementara, anggarannya belum tersedia,” imbuhnya.

DLH akan mengupayakan anggarannya pada perubahan APBD 2021. Jika memang kondisinya memungkinkan. Artinya, ada anggaran yang bisa disiapkan. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran miliar rupiah sudah terpakai. Gara-gara terkendala aliran listrik, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonokerto di Kecamatan Sukorejo, mangkrak hingga sekarang. Tidak juga digunakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo ke lokasi Jumat (16/7) menunjukkan, TPA Wonokerto terkesan terabaikan. Gerbang besi masih tutup. Tidak bisa masuk ke lokasi TPA. Sementara, di bagian luar, tulisan TPA berubah menjadi PA Wonokerto. Pembangunan TPA itu selesai pada Desember 2020 lalu. Anggarannya sekitar Rp 15 miliar.

Kabid Penanganan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra mengungkapkan, pemanfaatan TPA Wonokerto memang belum bisa dilakukan. Sebenarnya, lanjut dia, DLH berharap TPA itu segera difungsikan. Namun, masih ada hambatan.

Kendalanya masalah lama, yakni listrik. Hingga saat ini, ketersediaan listrik untuk TPA belum memadai. Karena itu, TPA tidak bisa beroperasi. ”Listrik itu penting untuk perkantoran, jembatan timbang, dan yang lain. Tapi, saat ini, belum bisa optimal masuk ke TPA,” terangnya.

Syahnur sudah berkoordinasi dengan PLN. Namun, penyediaan listrik yang menunjang kawasan setempat harus didukung adanya infrastruktur yang memadai. Misalnya, tiang listrik sendiri.

Dibutuhkan tiang listrik kurang lebih tujuh unit. Anggarannya tersedia. Karena itu, persoalan listrik belum terselesaikan sampai sekarang. ”Biayanya besar. Bisa puluhan juta untuk mendukung infrastruktur kelistrikan. Sementara, anggarannya belum tersedia,” imbuhnya.

DLH akan mengupayakan anggarannya pada perubahan APBD 2021. Jika memang kondisinya memungkinkan. Artinya, ada anggaran yang bisa disiapkan. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/