alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Boy Rafli: Ponpes Miliki Peran Penting Pencegahan Terorisme

REMBANG, Radar Bromo – Pondok pesantren (ponpes) menjadi benteng dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Sebab, pelaku kerap mengatasnamakan agama dalam tindakannya.

Karena itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar meminta dukungan ulama untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme. Permintaan itu disampaikannya saat berkunjung ke Ponpes Al Ikhlas, Ketapang, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/2).

Ia menyampaikan, peran pondok pesantren sangat besar dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Karena, menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam mencegah aksi-aksi teroris di Indonesia.

Pemerintah, menurutnya, juga tak bisa bekerja sendirian dalam memerangi terorisme di Indonesia. Butuh peran semua pihak. Termasuk pondok pesantren.

“Pondok pesantren memiliki peranan penting dalam pencegahan terorisme. Kami datang ke sini untuk menjalin sinergitas dengan pondok pesantren. Agar ada dukungan dari ulama, kiai, dan pengasuh pondok pesantren dalam mencegah paparan terorisme terhadap masyarakat dan santri,” kata Boy Rafli.

Menurut Boy Rafli, banyak narasi yang dikeluarkan pelaku terorisme dengan mengatasnamakan agama. Artinya, banyak penyalahgunaan agama dalam upaya memasukkan paham radikalisme di tengah masyarakat.

Karena itu, kunjungannya ke pondok pesantren ditujukan untuk penguatan agar para pimpinan ponpes, ulama, dan kiai, bisa menjaga anak didik dari paparan paham radikalisme. “Kami memohon para pimpinan pondok pesantren, kiai, dan ulama untuk menjaga santri-santri dari paparan radikalisme,” tuturnya.

REMBANG, Radar Bromo – Pondok pesantren (ponpes) menjadi benteng dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Sebab, pelaku kerap mengatasnamakan agama dalam tindakannya.

Karena itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar meminta dukungan ulama untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme. Permintaan itu disampaikannya saat berkunjung ke Ponpes Al Ikhlas, Ketapang, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/2).

Ia menyampaikan, peran pondok pesantren sangat besar dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Karena, menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam mencegah aksi-aksi teroris di Indonesia.

Pemerintah, menurutnya, juga tak bisa bekerja sendirian dalam memerangi terorisme di Indonesia. Butuh peran semua pihak. Termasuk pondok pesantren.

“Pondok pesantren memiliki peranan penting dalam pencegahan terorisme. Kami datang ke sini untuk menjalin sinergitas dengan pondok pesantren. Agar ada dukungan dari ulama, kiai, dan pengasuh pondok pesantren dalam mencegah paparan terorisme terhadap masyarakat dan santri,” kata Boy Rafli.

Menurut Boy Rafli, banyak narasi yang dikeluarkan pelaku terorisme dengan mengatasnamakan agama. Artinya, banyak penyalahgunaan agama dalam upaya memasukkan paham radikalisme di tengah masyarakat.

Karena itu, kunjungannya ke pondok pesantren ditujukan untuk penguatan agar para pimpinan ponpes, ulama, dan kiai, bisa menjaga anak didik dari paparan paham radikalisme. “Kami memohon para pimpinan pondok pesantren, kiai, dan ulama untuk menjaga santri-santri dari paparan radikalisme,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/