alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Dewan Minta Segera Buka TPA Sampah Baru, DLH: Tak Ada Anggaran

BANGIL, Radar Bromo – Persoalan sampah terus menjadi sorotan para legislator di DPRD Kabupaten Pasuruan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta serius membuka lagi tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah baru. Satu TPA dinilai tidak mampu menampung produksi sampah dari 24 kecamatan. Karena itulah, masalah sampah terus bermunculan, seperti tempat-tempat pembuangan liar.

”Itu yang harus benar-benar dipikirkan Pemkab Pasuruan. Supaya, persoalan sampah bisa tertangani dengan baik,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri.

Gus Saiful –sapaannya– memandang, persoalan-persoalan sampah akan terus terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini. Lebih-lebih bila terjadi insiden atau penutupan sementara TPA karena protes masyarakat. Contohnya protes warga terhadap TPA Wonokerto November lalu.

Petugas pengangkut sampah ke TPA kelimpungan. Mereka tidak bisa mengirim sampah ke TPA Wonokerto. Padahal, TPA Kenep sudah berhenti beroperasi. Kondisi itu mengakibatkan munculnya tumpukan sampah di TPS-TPS di Kabupaten Pasuruan. Di Kelurahan Leduk, Kecamatan Prigen. Di kawasan Kali Kedunglarangan, Kecamatan Bangil.

”Keluhan sampah menumpuk di TPS itu banyak kami terima. Gara-gara TPA Wonokerto tutup sementara,” urainya. Gus Saiful mendesak Pemkab Pasuruan segera merealisasikan lagi pembukaan TPA sampah baru. Rencana sudah ada. Jadi, harus segera direalisasikan.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengakui, rencana pendirian TPA baru memang sudah ada. Tujuannya, menjangkau wilayah Kabupaten Pasuruan yang cukup luas. Ada 24 kecamatan dan 365 kelurahan maupun desa. Jadi, pembuangan sampah tidak terpusat hanya di satu titik, TPA Wonokerto.

BANGIL, Radar Bromo – Persoalan sampah terus menjadi sorotan para legislator di DPRD Kabupaten Pasuruan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta serius membuka lagi tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah baru. Satu TPA dinilai tidak mampu menampung produksi sampah dari 24 kecamatan. Karena itulah, masalah sampah terus bermunculan, seperti tempat-tempat pembuangan liar.

”Itu yang harus benar-benar dipikirkan Pemkab Pasuruan. Supaya, persoalan sampah bisa tertangani dengan baik,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri.

Gus Saiful –sapaannya– memandang, persoalan-persoalan sampah akan terus terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini. Lebih-lebih bila terjadi insiden atau penutupan sementara TPA karena protes masyarakat. Contohnya protes warga terhadap TPA Wonokerto November lalu.

Petugas pengangkut sampah ke TPA kelimpungan. Mereka tidak bisa mengirim sampah ke TPA Wonokerto. Padahal, TPA Kenep sudah berhenti beroperasi. Kondisi itu mengakibatkan munculnya tumpukan sampah di TPS-TPS di Kabupaten Pasuruan. Di Kelurahan Leduk, Kecamatan Prigen. Di kawasan Kali Kedunglarangan, Kecamatan Bangil.

”Keluhan sampah menumpuk di TPS itu banyak kami terima. Gara-gara TPA Wonokerto tutup sementara,” urainya. Gus Saiful mendesak Pemkab Pasuruan segera merealisasikan lagi pembukaan TPA sampah baru. Rencana sudah ada. Jadi, harus segera direalisasikan.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengakui, rencana pendirian TPA baru memang sudah ada. Tujuannya, menjangkau wilayah Kabupaten Pasuruan yang cukup luas. Ada 24 kecamatan dan 365 kelurahan maupun desa. Jadi, pembuangan sampah tidak terpusat hanya di satu titik, TPA Wonokerto.

MOST READ

BERITA TERBARU

/