Gedung Sekretariat Pemkab Gagal Dibangun, Tahun Depan Tak Ada Cukup Anggaran

BANGIL, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan untuk memulai pembangunan gedung sekretariat di kompleks perkantoran Raci, Kecamatan Bangil, gagal dilaksanakan tahun depan. Penyebabnya, karena anggaran yang tidak mencukupi.

Kepastian kegagalan itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto. Ia menjelaskan, rencana pembangunan gedung sekretariat Kabupaten Pasuruan memang diusulkan dalam R-APBD 2020.

Gedung tersebut akan dibangun tiga lantai secara bertahap. Pada tahap awal, besarnya anggaran untuk pembangunan kantor bupati itu mencapai Rp 15 miliar. Anggaran Rp 15 miliar itu, akan digunakan untuk menyelesaikan lantai satu saja.

Tapi sayangnya, tidak ada kecukupan anggaran untuk merealisasikannya. Sehingga, pembangunan gedung sekretariat itu pun tak bisa dilaksanakan tahun depan.

“Pembangunannya tertunda. Karena belum ada kecukupan anggaran. Untuk tahun 2020, belum bisa direalisasikan,” ujar Hari –sapaannya-.

Itu artinya, relokasi gedung sekretariat pemkab itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya pun belum bisa memastikan, kapan bakal mewujudkan relokasi itu. Namun yang pasti, gedung tersebut memang perlu dipindah sebagai instruksi pemerintah pusat.

“Kaitannya memang dengan percepatan pemindahan kantor pemerintahan ke Bangil,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri memandang, masih banyak kebutuhan yang lebih urgen, ketimbang pembangunan gedung sekretariat Pemkab di Raci. Sehingga, batalnya pembangunan kantor bupati itu dinilainya tak menjadi masalah.

“Gedung sekretariat yang ada saat ini kan masih bisa digunakan. Jadi, kami pikir tidak masalah kalau ditunda. Mengingat, banyak anggaran yang lebih urgen untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, wacana pembangunan gedung sekretariat Pemkab Pasuruan sudah lama didengungkan. Sudah sekitar tiga tahun lalu. Seiring dengan penetapan Bangil sebagai Ibu Kota Kabupaten Pasuruan pada tahun 2016.

Penetapan Bangil sebagai Ibu Kota Kabupaten Pasuruan itu memang menimbulkan beberapa konsekuensi. Salah satunya, kantor bupati atau kantor sekretariat Pemkab Pasuruan harus dipindah ke Bangil sebagai ibu kota kabupaten.

Semula, ada wacana untuk memanfaatkan eks RSUD Bangil. Namun, karena rawan macet, muncul ide untuk mencari lahan baru di samping RSUD Bangil atau di dekat kantor Pengadilan Agama. Namun, akhirnya dipilih kompleks perkantoran Kabupaten Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil, untuk menghemat anggaran.

Gedung Sekretariat Pemkab Pasuruan sendiri, selama ini ada di Jalan Hayam Wuruk Kota Pasuruan. Sejumlah kantor OPD ada di sana. Selain kantor bupati dan wakil bupati, ada pula kantor sekretaris daerah, kantor asisten, kantor Dinas Kominfo, dan sejumlah OPD lain.

Selain di Jalan Hayam Wuruk, juga ada kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil. Sejauh ini, ada beberapa kantor OPD di Raci. Jumlahnya sekitar 17 OPD. Antaranya Satpol PP, Dinas PU Bina Marga, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang, Bappeda. (one/hn/fun)