alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Terimbas Refocusing, Gagal Tambah Toilet Portabel

BANGIL, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan untuk membeli toilet portabel batal dilakukan tahun ini. Waktu yang mepet, membuat pihak ketiga tidak mampu menyanggupi pengadaan toilet portabel tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menguraikan, sebelumnya dua unit toilet portabel hendak dibeli pihaknya tahun ini. Dana Rp 1,4 miliar dialokasikan untuk pengadaan toilet yang bisa dipindah tempatkan itu.

Namun, karena refocusing anggaran, akhirnya hanya satu yang hendak diadakan. Sayangnya, satu unit toilet portabel itu, juga urung direalisasikan. “Pengadaan toilet portabel belum bisa direalisasikan tahun ini,” sampainya.

Hari mengaku, kegagalan tersebut bukan tanpa alasan. Gagalnya pengadaan toilet portabel tersebut, lantaran pihak ketiga tidak sanggup merealisasikannya. Karena, waktu yang dibutuhkan untuk membuat toilet portabel tidaklah sebentar.

Bisa memakan waktu hingga 9 bulan. Sementara, waktu yang ditentukan akan diselesaikan, tidak sampai sembilan bulan. “Apalagi, permintaan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Pasuruan. Ada daerah-daerah lain yang pesan,” imbuhnya.

Hal ini yang membuat pengadaan toilet portabel tersebut, urung direalisasikan tahun ini. Padahal, tambahan toilet portabel itu dibutuhkan. Lantaran saat ini, Pemkab hanya memiliki satu unit. “Tentunya dengan ketersediaan yang hanya satu unit, penambahan toilet portabel tersebut sangat dibutuhkan,” ungkapnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan untuk membeli toilet portabel batal dilakukan tahun ini. Waktu yang mepet, membuat pihak ketiga tidak mampu menyanggupi pengadaan toilet portabel tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menguraikan, sebelumnya dua unit toilet portabel hendak dibeli pihaknya tahun ini. Dana Rp 1,4 miliar dialokasikan untuk pengadaan toilet yang bisa dipindah tempatkan itu.

Namun, karena refocusing anggaran, akhirnya hanya satu yang hendak diadakan. Sayangnya, satu unit toilet portabel itu, juga urung direalisasikan. “Pengadaan toilet portabel belum bisa direalisasikan tahun ini,” sampainya.

Hari mengaku, kegagalan tersebut bukan tanpa alasan. Gagalnya pengadaan toilet portabel tersebut, lantaran pihak ketiga tidak sanggup merealisasikannya. Karena, waktu yang dibutuhkan untuk membuat toilet portabel tidaklah sebentar.

Bisa memakan waktu hingga 9 bulan. Sementara, waktu yang ditentukan akan diselesaikan, tidak sampai sembilan bulan. “Apalagi, permintaan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Pasuruan. Ada daerah-daerah lain yang pesan,” imbuhnya.

Hal ini yang membuat pengadaan toilet portabel tersebut, urung direalisasikan tahun ini. Padahal, tambahan toilet portabel itu dibutuhkan. Lantaran saat ini, Pemkab hanya memiliki satu unit. “Tentunya dengan ketersediaan yang hanya satu unit, penambahan toilet portabel tersebut sangat dibutuhkan,” ungkapnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/