Radar Bromo

Kasus Covid-19 Tinggi, Wabup Pasuruan Imbau Pengajian Maks 50 Orang

BANGIL, Radar Bromo – Kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan kian mengkhawatirkan. Pasalnya, angkanya terus menanjak. Hingga saat ini, lebih dari 1.300 kasus korona di Kabupaten Pasuruan ditemukan.

“Kami benar-benar prihatin tingginya kasus Covid-19. Bukan hanya di daerah lain, tetapi juga di Kabupaten Pasuruan, karena angkanya terus bertambah,” kata Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron.

Ia menambahkan, keprihatinan tersebut semakin bertambah, seiring dengan banyaknya masyarakat yang abai dengan pelaksanaan protokoler kesehatan. Terbukti, masih banyak masyarakat yang enggan untuk menggunakan masker. Padahal, kedisiplinan dalam penggunaan masker sangatlah diperlukan. Sehingga, penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Dengan terus bermunculannya kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan, Wabup menjelaskan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan tidak mungkin akan dilakukan. Meski sejauh ini, wacana untuk pemberlakuan PSBB belum dilakukan.

“Seperti Jakarta, akhirnya memberlakukan PSBB. Untuk Kabupaten Pasuruan, memang belum diberlakukan. Kita lihat saja perkembangannya seperti apa. Yang pasti, masyarakat harus lebih hati-hati,” sambung dia saat ditemui di sela-sela kegiatan sosialisasi pemulasaraan jenazah di Rembang, kemarin (15/9).

Ia juga mengingatkan tokoh agama untuk lebih arif dalam melakukan syiar. Terutama mereka yang masih menggelar pengajian rutinan dengan jamaah yang banyak. Sebisa mungkin, diminta untuk meminimalisasi dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Kami tidak melarang untuk syiar agama. Tapi, sebisa mungkin, kami mohon untuk menjalankan penerapan protokoler kesehatan. Seperti membatasi jamaah dengan maksimal 50 orang. Karena banyak juga, tokoh agama yang menggelar pengajian hingga menghimpun massa yang banyak sampai memicu kerumunan massa,” aku dia. (one/mie)

Exit mobile version