alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Pasang Larangan Berjualan di Gerbang Gempol

GEMPOL, Radar Bromo – Merebaknya pedagang liar di wilayah Kabupaten Pasuruan, menjadi atensi Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Rabu (15/7), sejumlah PKL yang beroperasi di tempat-tempat terlarang, ditertibkan.

Penertiban itu seperti yang dilakukan di pintu gerbang Selamat Datang di Kabupaten Pasuruan, Gempol. Beberapa pedagang kedapatan menggelar lapaknya di atas taman tepi jalan. Mereka pun diminta untuk membongkar lapaknya dan tak boleh menggelar dagangannya kembali.

Plt Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Pasuruan Sulhi menguraikan, penertiban PKL itu dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pembinaan Kegiatan PKL di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk menyisir kawasan barat Kabupaten Pasuruan.

Tidak hanya di wilayah Bangil. Tetapi, di wilayah Gempol, khususnya Pintu Selamat Datang Gempol. “Ada beberapa pedagang yang kami temukan berjualan di atas taman,” ungkap Sulhi.

Menurut Sulhi, berjualan di taman termasuk hal yang dilarang dalam perda. Untuk itulah, pihaknya meminta agar PKL tersebut membongkar lapaknya. Bila tidak, petugas yang melakukan pembongkaran.

“Kami juga menemukan sarana berjualan yang disimpan di tepi sungai. Kami amankan, sebagai penindakan pelanggaran perda,” bebernya.

Bukan hanya penertiban. Petugas juga memasang tanda larangan berjualan di wilayah setempat. Dengan tanda larangan itu, diharapkan tidak ada lagi PKL yang berjualan di taman.

“Selain pemasangan papan larangan, kami juga melibatkan stakeholders untuk mengawasi kawasan setempat. Supaya, tidak lagi dimanfaatkan PKL untuk berjualan. Kami bukan melarang berjualan, asalkan tempatnya sesuai dan tidak melanggar aturan,” ulasnya. (one/mie)

GEMPOL, Radar Bromo – Merebaknya pedagang liar di wilayah Kabupaten Pasuruan, menjadi atensi Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Rabu (15/7), sejumlah PKL yang beroperasi di tempat-tempat terlarang, ditertibkan.

Penertiban itu seperti yang dilakukan di pintu gerbang Selamat Datang di Kabupaten Pasuruan, Gempol. Beberapa pedagang kedapatan menggelar lapaknya di atas taman tepi jalan. Mereka pun diminta untuk membongkar lapaknya dan tak boleh menggelar dagangannya kembali.

Plt Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Pasuruan Sulhi menguraikan, penertiban PKL itu dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pembinaan Kegiatan PKL di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk menyisir kawasan barat Kabupaten Pasuruan.

Tidak hanya di wilayah Bangil. Tetapi, di wilayah Gempol, khususnya Pintu Selamat Datang Gempol. “Ada beberapa pedagang yang kami temukan berjualan di atas taman,” ungkap Sulhi.

Menurut Sulhi, berjualan di taman termasuk hal yang dilarang dalam perda. Untuk itulah, pihaknya meminta agar PKL tersebut membongkar lapaknya. Bila tidak, petugas yang melakukan pembongkaran.

“Kami juga menemukan sarana berjualan yang disimpan di tepi sungai. Kami amankan, sebagai penindakan pelanggaran perda,” bebernya.

Bukan hanya penertiban. Petugas juga memasang tanda larangan berjualan di wilayah setempat. Dengan tanda larangan itu, diharapkan tidak ada lagi PKL yang berjualan di taman.

“Selain pemasangan papan larangan, kami juga melibatkan stakeholders untuk mengawasi kawasan setempat. Supaya, tidak lagi dimanfaatkan PKL untuk berjualan. Kami bukan melarang berjualan, asalkan tempatnya sesuai dan tidak melanggar aturan,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/