Tambah 1 Pasien Positif Korona-PDP Meninggal di Kab Pasuruan, Ini Riwayatnya

BANGIL, Radar Bromo – Kasus kematian warga Kabupaten Pasuruan yang terjangkit korona, kembali bertambah. Penambahan itu terjadi, setelah satu orang warga asal Tutur meninggal dunia.

Pasien meninggal itu merupakan perempuan 33 tahun asal Desa Gendro, Kecamatan Tutur. Ia merupakan pasien positif Covid-19 dengan nomor kasus 115 yang diumumkan 10 Juni 2020 lalu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menjelaskan, pasien tersebut masuk rumah sakit sejak 8 Juni 2020. Ia dilarikan ke rumah sakit lantaran alami sesak napas atau pneumonia. “Pasien juga memiliki riwayat menjalani operasi kanker payudara,” jelas Anang.

Ia menjalani perawatan di RSUD Bangil, hampir sepekan. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Hingga Minggu malam (15/6), pasien tersebut meninggal dunia.

Karena berstatus pasien Covid-19, pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Jenazah dimakamkan di pemakaman umum kampungnya, petugas mengenakan alat pelindung diri (APD). “Meninggalnya sekitar pukul 22.00. Yang bersangkutan sudah dimakamkan subuh dengan SOP protokol kesehatan,” beber Anang.

Dengan tambahan ini, sudah ada 19 orang yang meninggal dengan status Covid-19. Karena sebelumnya, ada 18 orang yang terpapar korona meninggal dunia.

Selain pasien korona meninggal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan juga mengumumkan adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal. Yakni, satu PDP asal Desa Raci, Kecamatan Bangil, meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Bangil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad mengungkapkan, PDP ini merupakan perempuan berusia 47 tahun. Pasien tersebut dilarikan ke RSUD Bangil karena sesak napas atau pneumonia.

Namun, saat baru menjalani pemeriksaan di IGD RSUD Bangil, nyawa yang bersangkutan tak bisa terselamatkan. “Meninggal di IGD (Instalasi Gawat Darurat), Senin siang (15/6). Hasil observasinya, pasien ini meninggal dengan faktor risiko pneumonia,” sampainya.

Ifud –sapaannya- mengatakan, yang bersangkutan sempat dites rapid. Hasilnya, reaktif. Sehingga, pemulasaraannya dilakukan layaknya pasien Covid-19.

Meninggalnya PDP tersebut, membuat jumlah PDP yang meninggal mencapai 37 orang. Mereka berasal dari Beji dan Prigen, masing-masing empat orang. Selain itu, dari Gempol, Grati, dan Wonorejo masing-masing tiga orang.

Serta, asal Bangil, Gondangwetan, Lumbang, Pohjentrek, Purwodadi, Puspo, dan Tutur masing-masing dua orang. Sedangkan asal Kejayan, Kraton, Lekok, Purwosari, Nguling, dan Sukorejo masing-masing satu orang. (one/mie)