Siapkan BTT untuk Rehab Jalan Putus di Kalisat Rembang

BANGIL, Radar Bromo – Terputusnya akses antardusun di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, jadi perhatian DPRD setempat. DPRD berharap jalan yang putus segera diperbaiki.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Shobih Asrori berharap pemkab turun tangan untuk segera memperbaiki kerusakan jalan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang. Sebab, akses jalan itu menghubungkan dua dusun di Desa Kalisat. Yaitu, Dusun Brukan dan Dusun Krajan.

“Kami mendorong pemkab untuk memperbaiki jalan setempat,” ungkap Shobih saat ditemui di kantor dewan kemarin (15/4).

Gus Shobih –sapaan akrabnya- menambahkan, perbaikan bisa dilakukan dengan anggaran kedaruratan. Mengingat, kerusakan jalan setempat disebabkan oleh luapan air sungai yang menerjang jalan.

“Anggarannya bisa melalui dana kedaruratan yang biasa digunakan untuk penanganan bencana,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Zaini, sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, kerusakan jalan setempat harusnya bisa segera ditangani. Penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebagian bisa dialokasikan untuk pembenahan jalan setempat.

“Kerusakan jalan tersebut karena faktor bencana alam. Sehingga, perlu ditangani secara darurat,” tuturnya.

Diketahui, akses jalan yang menghubungkan Dusun Brukan dengan Dusun Krajan, Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, terputus. Jalan antardusun itu putus setelah air Sungai Brukan meluber.

Hujan deras yang melanda kawasan setempat Selasa (14/4) malam, membuat volume sungai meningkat. Tingginya volume air, tak mampu tertampung oleh sungai. Akibatnya, air pun meluap dan menerjang jalan setempat. Jalan paving yang dibangun sekitar lima tahunan yang lalu itu jebol, hingga membuat jalur antardusun terputus.

Jalan tersebut jebol sepanjang kurang lebih 15 meter. Selain itu, tebing penahan jalan sepanjang kurang lebih 17 meter ikut ambrol. Jalan paving yang memiliki lebar sekitar 7 meter itu, ambrol selebar kurang lebih satu meter.

Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menyampaikan, bakal mengupayakan perbaikan jalan setempat. Pembenahannya bisa dilakukan dengan anggaran BTT yang tentunya tidak digunakan untuk Covid-19.

“Kami akan upayakan untuk pembenahan kedaruratannya. Karena kerusakannya disebabkan bencana alam, tentu ada pos nantinya untuk pembenahannya secara kedaruratan,” tandas dia. (one/mie)