alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Belum Mampu Tambah Ekskavator untuk Kelola Sampah

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah ekskavator yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan masih terbatas. Hingga saat ini, hanya satu ekskavator yang dimiliki.

Penambahan ekskavator sebenarnya telah direncanakan. Tapi sayang, gagal lantaran terdampak refocusing anggaran. Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, hanya ada satu ekskavator yang dimilikinya.

Padahal, untuk Kabupaten Pasuruan yang memiliki 24 kecamatan, butuh minimal dua unit ekskavator. Hal ini untuk memaksimalkan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Kenyataannya, kami belum bisa melakukan penambahan,” ungkap Heru.

Ia menjelaskan, penambahan ekskavator tersebut sejatinya dilakukan pada 2020 lalu. Anggaran sekitar Rp 2,5 miliar disiapkan. Tambahan ekskavator itu disiapkan untuk penyediaan di TPA Wonokerto.

Karena TPA Wonokerto membutuhkan ekskavator seandainya difungsikan. Namun imbas refocusing anggaran, rencana itu batal dilakukan. Hal ini membuatnya hanya bisa memaksimalkan ekskavator yang ada. Apalagi, tahun 2021 ini penambahan juga belum bisa dilakukan.

Karena tidak ada ketersediaan anggaran. “Kami hanya bisa memaksimalkan yang ada. Tahun ini pun belum bisa dilakukan penambahan karena tidak dianggarkan. Kalau TPA Wonokerto difungsikan, ekskavator yang ada di TPA Kenep kami pindah ke Wonokerto,” jelasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah ekskavator yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan masih terbatas. Hingga saat ini, hanya satu ekskavator yang dimiliki.

Penambahan ekskavator sebenarnya telah direncanakan. Tapi sayang, gagal lantaran terdampak refocusing anggaran. Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, hanya ada satu ekskavator yang dimilikinya.

Padahal, untuk Kabupaten Pasuruan yang memiliki 24 kecamatan, butuh minimal dua unit ekskavator. Hal ini untuk memaksimalkan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Kenyataannya, kami belum bisa melakukan penambahan,” ungkap Heru.

Ia menjelaskan, penambahan ekskavator tersebut sejatinya dilakukan pada 2020 lalu. Anggaran sekitar Rp 2,5 miliar disiapkan. Tambahan ekskavator itu disiapkan untuk penyediaan di TPA Wonokerto.

Karena TPA Wonokerto membutuhkan ekskavator seandainya difungsikan. Namun imbas refocusing anggaran, rencana itu batal dilakukan. Hal ini membuatnya hanya bisa memaksimalkan ekskavator yang ada. Apalagi, tahun 2021 ini penambahan juga belum bisa dilakukan.

Karena tidak ada ketersediaan anggaran. “Kami hanya bisa memaksimalkan yang ada. Tahun ini pun belum bisa dilakukan penambahan karena tidak dianggarkan. Kalau TPA Wonokerto difungsikan, ekskavator yang ada di TPA Kenep kami pindah ke Wonokerto,” jelasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/