alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pasien Covid Masih Tinggi, Ruang Isolasi di Kab Pasuruan Hampir Penuh

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Angka Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih tinggi. Bahkan, beberapa hari terakhir okupansi ruang isolasi di wilayah setempat hampir penuh.

Saat ini ruang isolasi Pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan tersebar di sejumlah wilayah. Yakni, di RSUD Bangil, RSUD Grati, RS Prima Husada maupun ruang karantina di SKB Pandaan dan Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso.

Untuk RSUD Bangil, ruang untuk isolasi pasien Covid mencapai 92 bed atau tempat tidur. Itu untuk pasien suspect dan probable. Nah, saat ini sebanyak 78 bed sudah terisi pasien dewasa. Sementara 10 bed khusus anak-anak dalam kondisi kosong.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Pasuruan Saifudin Ahmad mengatakan, setiap harinya selalu ada pasien yang masuk maupun yang meninggalkan RSUD Bangil untuk menjalankan karantina di SKB Pandaan.

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Grati. Dari 38 bed yang disiapkan untuk isolasi pasien Covid, kini ditempati 26 pasien Covid. Sehingga, tersisa 12 bed yang kosong.

Sementara di SKB Pandaan, data sampai Kamis (14/1) lalu menyisakan 21 bed. Sebanyak 16 pasien Positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang pada Rabu (13/1). Sedangkan total bed yang ada di sana berjumlah 54 kamar tidur.

Untuk ruang isolasi di BLK Rejoso, dari 60 bed hanya tersisa 20 bed. Dengan kondisi itu, pemkab meminta agar warga selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sehingga, jumlah pasien Covid-19 tidak terus bertambah. “Mudah-mudahan tidak terus bertambah (Pasien Covid). Karena meski masih ada, jumlahnya tidak banyak. Dan untuk seluruh pasien Covid yang dirawat, kebanyakan dalam kondisi memakai ventilator,” jelas Saifudin.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat agar menaati dan lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan, semakin ditingkatkan. “Kami ingatkan jangan sampai ada yang abai protokol kesehatan. Covid masih terus berlangsung. Karena itu, mari lebih disiplinkan lagi mengenai penerapan protokol kesehatan,” jelasnya. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Angka Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih tinggi. Bahkan, beberapa hari terakhir okupansi ruang isolasi di wilayah setempat hampir penuh.

Saat ini ruang isolasi Pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan tersebar di sejumlah wilayah. Yakni, di RSUD Bangil, RSUD Grati, RS Prima Husada maupun ruang karantina di SKB Pandaan dan Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso.

Untuk RSUD Bangil, ruang untuk isolasi pasien Covid mencapai 92 bed atau tempat tidur. Itu untuk pasien suspect dan probable. Nah, saat ini sebanyak 78 bed sudah terisi pasien dewasa. Sementara 10 bed khusus anak-anak dalam kondisi kosong.

Mobile_AP_Half Page

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Pasuruan Saifudin Ahmad mengatakan, setiap harinya selalu ada pasien yang masuk maupun yang meninggalkan RSUD Bangil untuk menjalankan karantina di SKB Pandaan.

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Grati. Dari 38 bed yang disiapkan untuk isolasi pasien Covid, kini ditempati 26 pasien Covid. Sehingga, tersisa 12 bed yang kosong.

Sementara di SKB Pandaan, data sampai Kamis (14/1) lalu menyisakan 21 bed. Sebanyak 16 pasien Positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang pada Rabu (13/1). Sedangkan total bed yang ada di sana berjumlah 54 kamar tidur.

Untuk ruang isolasi di BLK Rejoso, dari 60 bed hanya tersisa 20 bed. Dengan kondisi itu, pemkab meminta agar warga selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sehingga, jumlah pasien Covid-19 tidak terus bertambah. “Mudah-mudahan tidak terus bertambah (Pasien Covid). Karena meski masih ada, jumlahnya tidak banyak. Dan untuk seluruh pasien Covid yang dirawat, kebanyakan dalam kondisi memakai ventilator,” jelas Saifudin.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat agar menaati dan lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan, semakin ditingkatkan. “Kami ingatkan jangan sampai ada yang abai protokol kesehatan. Covid masih terus berlangsung. Karena itu, mari lebih disiplinkan lagi mengenai penerapan protokol kesehatan,” jelasnya. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2