Razia di Terminal Cargo Beji, 37 Pelanggar Ditilang

DINILAI MEMBAHAYAKAN: Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim menunjukkan bodi truk trailer yang berkarat dan penyanggahnya putus sehingga membahayakan, dalam razia di terminal kargo, (15/1). (Iwan Andrik/Radar Bromo)

Related Post

BEJI, Radar Bromo – Adu mulut sempat terjadi saat razia kendaraan digelar tim gabungan Polres Pasuruan dan Dishub Kabupaten Pasuruan, Rabu (15/1). Seorang sopir trailer yang kendaraannya dianggap tak layak jalan oleh petugas, menolak untuk ditilang.

Insiden tersebut berlangsung saat petugas gabungan Satlantas dan Satreskrim Polres Pasuruan serta Dishub Provinsi dan PM menggelar razia kendaraan di Terminal Cargo Beji. Dalam razia tersebut, seorang sopir, Eriwanto, asal Gresik menolak untuk ditindak.

Padahal, kendaraannya dianggap petugas dalam kondisi yang tak layak. Salah satunya, bodi trailer yang sudah berkarat, penyanggahnya putus dan rusak. “Memang waktunya reparasi, Pak,” kata Eriwanto.

Namun, petugas bergeming. Petugas gabungan tetap menindak. Truk bermuatan pupuk itu pun ditilang dan diamankan di Terminal Cargo Beji.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan yang ikut langsung dalam razia itu menegaskan, razia digelar untuk memastikan kondisi kendaraan yang melintas di jalan raya dalam keadaan baik. Terutama untuk kendaraan niaga ataupun kendaraan umum yang menjadi sasaran razia kemarin.

Sebab, kebanyakan kecelakaan yang terjadi, tidak hanya human error. Tetapi, juga dipengaruhi kondisi kendaraan yang kurang layak dan tak sesuai standarnya.

“Banyak kecelakaan yang terjadi, salah satunya kendaraannya yang tak sesuai dan tak layak jalan. Penggunaan kendaraan ataupun pengangkutan kendaraan yang tak sesuai, bisa menjadi potensi bahaya. Seperti kecelakaan yang terjadi di Purwodadi beberapa waktu lalu,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim mengungkapkan, ada 37 kendaraan yang kedapatan melanggar dalam operasi tersebut. Pelanggaran yang ditemukan beragam. Selain surat-surat tak lengkap, juga dipengaruhi kondisi kendaraan yang tak standar keselamatan.

“Ada beberapa pelanggaran yang kami temukan. Dari pelanggaran itu, kami melakukan penilangan terhadap 37 pelanggar. Baik Satlantas Polres Pasuruan maupun Dishub Jatim,” imbuh perwira polisi dengan tiga balok di setrip itu.

Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah pengangkutan kendaraan alat berat yang tak menggunakan pengawalan. Hal itu dinilai Bayu tak dibenarkan. “Harusnya ada pengawalan untuk menjaga keselamatan,” tambahnya. (one/mie)