Tak Kenakan Masker di Pasar, KTP Disita selama 14 Hari

BANGIL, Radar Bromo – Belum sepenuhnya masyarakat sadar akan pentingnya menjalankan protokoler kesehatan. Buktinya, dalam operasi yustisi yang digelar tim gabungan Polres Pasuruan, Satpol PP, dan TNI, Senin (14/9), puluhan pelanggaran protokoler kesehatan ditemukan.

Operasi yustisi itu dilangsungkan di kawasan Pasar Bangil. Petugas menyisir pengunjung pasar dan pedagang pasar. Bukan hanya itu. Para pengendara yang melintas di jalan setempat, juga dihentikan.

Hasilnya, puluhan orang didapati melanggar protokoler kesehatan. Mereka banyak yang tidak mengenakan masker. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, operasi yustisi tersebut dilakukan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam menjalankan kedisiplinan protokoler kesehatan.

Salah satunya penggunaan masker. Karena penggunaan masker tersebut sangatlah penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Memang masih banyak masyarakat yang mengabaikan penggunaan masker. Makanya, kami dorong agar kepatuhan dan kedisplinan terhadap protokoler kesehatan dilakukan,” jelasnya.

Dalam operasi yustisi tersebut, petugas tak hanya memberikan masker gratis. Tetapi, juga memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, sanksi tersebut ditujukan dalam memberikan efek jera kepada masyarakat yang tak membawa masker. Harapannya, mereka tidak lagi menyepelekan penggunaan masker.

Sanksi yang diberikan itu, bukanlah sanksi fisik. Mereka yang melanggar, disuruh membacakan Pancasila, hingga menyanyikan Indonesia Raya. “Ada juga yang kami sanksi membacakan ayat kursi,” timpalnya.

Selain itu, penyitaan KTP yang melakukan pelanggaran juga dilakukan. “Kami mengamankan hingga 14 hari,” jelas dia. (one/mie)