alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Tiga Lapangan Selesai Diambil Alih Pemkab Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan mengambil alih pengelolaan lima lapangan sepak bola masih terkendala. Tiga lapangan berhasil. Dua yang lain masih proses.

Tiga lapangan yang akan dikelola oleh pemkab itu ialah Lapangan Gayam di Kecamatan Gondangwetan, Lapangan Ledug di Prigen, Lapangan Kancil Mas di Bangil, Lapangan Ahmad Yani di Grati, dan Lapangan Plumbon di Pandaan. Yang masih proses administrasi adalah Lapangan Gayam dan Ledug.

Kepala Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengatakan, sejauh ini, tiga lapangan akan dikelola pemkab. ”Tinggal dua yang masih ada tarik ulur,” katanya.

Menurut Hasbullah, tarik ulur terjadi karena perbedaan pendapat antara pengelola awal dan Dispora. Dispora meminta pengelolaan secara menyeluruh. Tidak hanya lapangan. Komponen lain di sekitar lapangan juga turut dikelola Dispora.

”Tetapi, pengelola awal mintanya lapangan saja. Kami minta semuanya,” jelasnya.

Hasbullah menyatakan, akan terus berupaya untuk bisa mengelola semua lapangan tersebut. ”Akan saya urus lagi pengambilalihannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Timbul mengatakan, sebenarnya hal itu hanyalah masalah administrasi. Tinggal menemukan titik yang akan dikelola Dispora.

“Dispora menentukan titik mana saja yang bakal diambil alih,” katanya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan mengambil alih pengelolaan lima lapangan sepak bola masih terkendala. Tiga lapangan berhasil. Dua yang lain masih proses.

Tiga lapangan yang akan dikelola oleh pemkab itu ialah Lapangan Gayam di Kecamatan Gondangwetan, Lapangan Ledug di Prigen, Lapangan Kancil Mas di Bangil, Lapangan Ahmad Yani di Grati, dan Lapangan Plumbon di Pandaan. Yang masih proses administrasi adalah Lapangan Gayam dan Ledug.

Kepala Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengatakan, sejauh ini, tiga lapangan akan dikelola pemkab. ”Tinggal dua yang masih ada tarik ulur,” katanya.

Menurut Hasbullah, tarik ulur terjadi karena perbedaan pendapat antara pengelola awal dan Dispora. Dispora meminta pengelolaan secara menyeluruh. Tidak hanya lapangan. Komponen lain di sekitar lapangan juga turut dikelola Dispora.

”Tetapi, pengelola awal mintanya lapangan saja. Kami minta semuanya,” jelasnya.

Hasbullah menyatakan, akan terus berupaya untuk bisa mengelola semua lapangan tersebut. ”Akan saya urus lagi pengambilalihannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Timbul mengatakan, sebenarnya hal itu hanyalah masalah administrasi. Tinggal menemukan titik yang akan dikelola Dispora.

“Dispora menentukan titik mana saja yang bakal diambil alih,” katanya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU