alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Sentra Produk Unggulan Kian Sepi karena Minim Even

BANGIL, Radar Bromo – Lokasi sudah strategis karena berada di pinggir jalan raya Bangil. Fasilitas juga sudah lengkap. Rupanya itu tak cukup untuk membuat Sentra Produk Unggulan di Kelurahan Pogar, Bangil, menjadi ramai. Bukan hanya sepi pengunjung. Pedagang yang berjualan disana sekarang tampak minim.

Padahal, kawasan yang dulunya disebut Bang Kodir itu, dibangun dengan biaya yang tak sedikit. Anggaran miliaran rupiah dialokasikan bukan hanya untuk membangun gedung. Tetapi juga infrastruktur penunjang. Baik kios IKM, sentra kuliner hingga klinik produk kemasan. Bahkan, juga disediakan Dom semi permanen hingga arena permainan. Namun, kunjungan ke tempat ini tak menggeliat.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vf Santoso mengungkapkan, beberapa hal menjadi faktor sepinya Sentra Produk Unggulan. Eksistensi pedagang yang menempati kawasan setempat, menjadi salah satu faktornya. Termasuk pandemi yang membuat upaya untuk meramaikan kawasan inim sulit dilakukan. Karena untuk menggelar even sulit direalisasikan.

“Kami sedang mengupayakan, agar kawasan setempat menjadi sentra rest area yang lebih hidup,” ungkap Diano.

Saat ini, upaya pendekatan dengan pelaku IKM dan pedagang sedang dilakukan. Pendekatan ini agar mereka tetap eksis untuk buka stannya. “Supaya, kawasan setempat tampak hidup,” imbuhnya.

Diano menegaskan, Bang Kodir akan dikonsep pula sebagai sarana wisata edukasi bagi produk IKM. Karena di wilayah setempat, telah dibangun Klinik Kemasan. “Kami upayakan untuk bisa dioperasikan. Agar konsep wisata edukasi, bisa terealisasi,” bebernya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Lokasi sudah strategis karena berada di pinggir jalan raya Bangil. Fasilitas juga sudah lengkap. Rupanya itu tak cukup untuk membuat Sentra Produk Unggulan di Kelurahan Pogar, Bangil, menjadi ramai. Bukan hanya sepi pengunjung. Pedagang yang berjualan disana sekarang tampak minim.

Padahal, kawasan yang dulunya disebut Bang Kodir itu, dibangun dengan biaya yang tak sedikit. Anggaran miliaran rupiah dialokasikan bukan hanya untuk membangun gedung. Tetapi juga infrastruktur penunjang. Baik kios IKM, sentra kuliner hingga klinik produk kemasan. Bahkan, juga disediakan Dom semi permanen hingga arena permainan. Namun, kunjungan ke tempat ini tak menggeliat.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vf Santoso mengungkapkan, beberapa hal menjadi faktor sepinya Sentra Produk Unggulan. Eksistensi pedagang yang menempati kawasan setempat, menjadi salah satu faktornya. Termasuk pandemi yang membuat upaya untuk meramaikan kawasan inim sulit dilakukan. Karena untuk menggelar even sulit direalisasikan.

“Kami sedang mengupayakan, agar kawasan setempat menjadi sentra rest area yang lebih hidup,” ungkap Diano.

Saat ini, upaya pendekatan dengan pelaku IKM dan pedagang sedang dilakukan. Pendekatan ini agar mereka tetap eksis untuk buka stannya. “Supaya, kawasan setempat tampak hidup,” imbuhnya.

Diano menegaskan, Bang Kodir akan dikonsep pula sebagai sarana wisata edukasi bagi produk IKM. Karena di wilayah setempat, telah dibangun Klinik Kemasan. “Kami upayakan untuk bisa dioperasikan. Agar konsep wisata edukasi, bisa terealisasi,” bebernya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU