alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 25 June 2022

Subterminal Pasar Bangil Kini Jadi Tempat Mengembala Kambing    

BANGIL, Radar Bromo – Nasib Subterminal di Pasar Bangil kian mengenaskan. Bertahun-tahun tak difungsikan, terminal itu malah menjadi tempat menggembala kambing.

Dari pantauan Radar Bromo, subterminal di Pasar Bangil tidak terawat. Tempat antrean calon penumpang angkutan umum menjadi tempat kambing berteduh. Atapnya pun reyot. Dindingnya rusak. Aspal jalan malah berubah menjadi tanah.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengakui kondisi Subterminal Bangil yang mangkrak. Sudah bertahun-tahun tak difungsikan. Kondisinya tak layak. Selama dioperasikan, subterminal itu minim kunjungan. Calon penumpang lebih memilih menunggu angkutan umum di tempat lain.

”Untuk saat ini, kami membiarkan kondisinya seperti itu,” ujarnya.

Mengapa tidak diperbaiki? Agus Hari menyatakan biaya pembenahan tempat itu tidak sedikit. Apalagi, ada rencana relokasi Pasar Bangil. Yang pasti ada pengaruhnya bagi nasib subterminal. Sehingga, Dishub masih menunggu rencana tersebut.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Feri Santoso mengungkapkan, rencana relokasi Pasar Bangil memang tengah digagas pemkab. Hanya, belum dipastikan kapan akan direalisasikan.

Disperindag masih menunggu ketersediaan anggaran. Biaya yang dibutuhkan sangatlah besar. Bisa mencapai puluhan miliar. Sehingga, pemkab tidak bisa mengandalkan dana alokasi umum (DAU) untuk membangunnya.

”Kami sedang berusaha mendapatkan sokongan dana dari pusat. Karena membangun dengan anggaran daerah, sulit dilakukan,” terangnya. Itulah mengapa sampai saat ini Subterminal Bangil dibiarkan. ”Karena memang ada rencana relokasi tersebut,” urainya. (one/far)

 

 

BANGIL, Radar Bromo – Nasib Subterminal di Pasar Bangil kian mengenaskan. Bertahun-tahun tak difungsikan, terminal itu malah menjadi tempat menggembala kambing.

Dari pantauan Radar Bromo, subterminal di Pasar Bangil tidak terawat. Tempat antrean calon penumpang angkutan umum menjadi tempat kambing berteduh. Atapnya pun reyot. Dindingnya rusak. Aspal jalan malah berubah menjadi tanah.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengakui kondisi Subterminal Bangil yang mangkrak. Sudah bertahun-tahun tak difungsikan. Kondisinya tak layak. Selama dioperasikan, subterminal itu minim kunjungan. Calon penumpang lebih memilih menunggu angkutan umum di tempat lain.

”Untuk saat ini, kami membiarkan kondisinya seperti itu,” ujarnya.

Mengapa tidak diperbaiki? Agus Hari menyatakan biaya pembenahan tempat itu tidak sedikit. Apalagi, ada rencana relokasi Pasar Bangil. Yang pasti ada pengaruhnya bagi nasib subterminal. Sehingga, Dishub masih menunggu rencana tersebut.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Feri Santoso mengungkapkan, rencana relokasi Pasar Bangil memang tengah digagas pemkab. Hanya, belum dipastikan kapan akan direalisasikan.

Disperindag masih menunggu ketersediaan anggaran. Biaya yang dibutuhkan sangatlah besar. Bisa mencapai puluhan miliar. Sehingga, pemkab tidak bisa mengandalkan dana alokasi umum (DAU) untuk membangunnya.

”Kami sedang berusaha mendapatkan sokongan dana dari pusat. Karena membangun dengan anggaran daerah, sulit dilakukan,” terangnya. Itulah mengapa sampai saat ini Subterminal Bangil dibiarkan. ”Karena memang ada rencana relokasi tersebut,” urainya. (one/far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/