alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Gatal dan Diare Menyerang Warga Beji Korban Banjir  

BEJI, Radar Bromo – Banjir yang melanda Desa Kedungboto dan Kedungringin, Kecamatan Beji, mulai memicu masalah kesehatan bagi warga. Selain gatal-gatal, sebagian warga mengalami diare. Mules-mules.

Menurut Farhat, 20, warga Kedungboto, sejak banjir melanda kawasan Kedungboto Sabtu malam (12/2), dia harus bersentuhan terus-menerus dengan genangan air. Kakinya mulai terserang kutu air. Gatal-gatal dan luka-luka.

Hal senada diungkapkan Diki, pemuda Kedungboto lainnya. Dia mengeluh kakinya tidak nyaman karena terus terendam air. Kulit kakinya mulai luka-luka karena gatal. “Kami biarkan saja. Mau gimana lagi,” ujarnya. Diki mengaku belum memproleh bantuan obat-obatan dari instansi terkait.

Tidak hanya warga Kedungboto. Warga Kedungringin juga merasakan hal yang sama. Tidak hanya gatal-gatal. Ada juga yang mengalami diare. Vicky Arianto, tokoh warga Kedungringin berharap instansi terkait segera bertindak. Agar ada dukungan pemeriksaan kesehatan dan bantuan obat-obatan untuk warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris menjelaskan, Desa Kedungringin dan Kedungboto memang daerah yang rentan banjir. Hampir setiap musim hujan tiba, kawasan itu kebanjiran.

Dia menyatakan bakal menindaklanjuti keluhan warga. “Kami akan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan. Agar kebutuhan obat-obatan bisa dipenuhi,” tandasnya. (one/far)

 

BEJI, Radar Bromo – Banjir yang melanda Desa Kedungboto dan Kedungringin, Kecamatan Beji, mulai memicu masalah kesehatan bagi warga. Selain gatal-gatal, sebagian warga mengalami diare. Mules-mules.

Menurut Farhat, 20, warga Kedungboto, sejak banjir melanda kawasan Kedungboto Sabtu malam (12/2), dia harus bersentuhan terus-menerus dengan genangan air. Kakinya mulai terserang kutu air. Gatal-gatal dan luka-luka.

Hal senada diungkapkan Diki, pemuda Kedungboto lainnya. Dia mengeluh kakinya tidak nyaman karena terus terendam air. Kulit kakinya mulai luka-luka karena gatal. “Kami biarkan saja. Mau gimana lagi,” ujarnya. Diki mengaku belum memproleh bantuan obat-obatan dari instansi terkait.

Tidak hanya warga Kedungboto. Warga Kedungringin juga merasakan hal yang sama. Tidak hanya gatal-gatal. Ada juga yang mengalami diare. Vicky Arianto, tokoh warga Kedungringin berharap instansi terkait segera bertindak. Agar ada dukungan pemeriksaan kesehatan dan bantuan obat-obatan untuk warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris menjelaskan, Desa Kedungringin dan Kedungboto memang daerah yang rentan banjir. Hampir setiap musim hujan tiba, kawasan itu kebanjiran.

Dia menyatakan bakal menindaklanjuti keluhan warga. “Kami akan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan. Agar kebutuhan obat-obatan bisa dipenuhi,” tandasnya. (one/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/