alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Minta 200 Ribu Dosis untuk Vaksinasi dan Obat untuk Sapi

BANGIL, Radar Bromo – Pengaduan soal penyakit mulut dan kuku (PMK) terus berdatangan. Sebagian peternak bahkan melapor sapi yang terinfeksi telanjur mati. Mereka berharap Pemkab Pasuruan semakin serius menangani wabah PMK ini.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyatakan, dinasnya mencatat hingga Minggu (12/6), telah masuk laporan 2.095 sapi terinfeksi virus PMK. Tercatat 21 ekor tidak tertolong dan mati. Yang sembuh mencapai 820 ekor. Sisanya masih menjalani pengobatan. ”Kami terus berusaha menanganinya,” ujarnya.

Diana menambahkan, Dinas Peternakan tidak hanya mengobati sapi-sapi yang sakit. Kandang ternak juga disemprot cairan disinfektan agar terbebas dari virus. ”Kami juga mengajukan vaksin ke pusat,” katanya.

Jumlah dosis vaksin disesuaikan dengan populasi ternak. Dinas Peternakan telah mengajukan 200 ribu dosis vaksin PMK untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak. Tidak hanya sapi perah, tetapi juga sapi pedaging. Namun, lanjut dia, vaksinasi itu tidak akan diberikan sekaligus 200 ribu dosis.

Pusat akan mengirimnya secara bertahap. Dia memperkirakan, vaksin PMK dari pusat untuk ternak itu tiba pekan ini. Pemkab Pasuruan direncanakan baru akan mendapat seribu dosis. “Pekan ini vaksinasi dimulai. Kami masih menunggu dari pusat,” sambung dia.

Perkembangan wabah PMK memang menjadi perhatian banyak kalangan. Termasuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Mahdi Haris. Dalam pandangan umum Fraksi Golkar di DPRD, dia menilai pemerintah memang belum maksimal dalam menangani PMK. Buktinya, banyak kasus terjadi. Dia mendorong vaksinasi segera dilakukan demi menghindari meluasnya penyebaran PMK.

”Semakin banyak kasus PMK terjadi. Kami mendorong pemerintah semakin tanggap. Bentuk satgas penanganan PMK serta segerakan vaksinasi,” ujarnya.

BANGIL, Radar Bromo – Pengaduan soal penyakit mulut dan kuku (PMK) terus berdatangan. Sebagian peternak bahkan melapor sapi yang terinfeksi telanjur mati. Mereka berharap Pemkab Pasuruan semakin serius menangani wabah PMK ini.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyatakan, dinasnya mencatat hingga Minggu (12/6), telah masuk laporan 2.095 sapi terinfeksi virus PMK. Tercatat 21 ekor tidak tertolong dan mati. Yang sembuh mencapai 820 ekor. Sisanya masih menjalani pengobatan. ”Kami terus berusaha menanganinya,” ujarnya.

Diana menambahkan, Dinas Peternakan tidak hanya mengobati sapi-sapi yang sakit. Kandang ternak juga disemprot cairan disinfektan agar terbebas dari virus. ”Kami juga mengajukan vaksin ke pusat,” katanya.

Jumlah dosis vaksin disesuaikan dengan populasi ternak. Dinas Peternakan telah mengajukan 200 ribu dosis vaksin PMK untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak. Tidak hanya sapi perah, tetapi juga sapi pedaging. Namun, lanjut dia, vaksinasi itu tidak akan diberikan sekaligus 200 ribu dosis.

Pusat akan mengirimnya secara bertahap. Dia memperkirakan, vaksin PMK dari pusat untuk ternak itu tiba pekan ini. Pemkab Pasuruan direncanakan baru akan mendapat seribu dosis. “Pekan ini vaksinasi dimulai. Kami masih menunggu dari pusat,” sambung dia.

Perkembangan wabah PMK memang menjadi perhatian banyak kalangan. Termasuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Mahdi Haris. Dalam pandangan umum Fraksi Golkar di DPRD, dia menilai pemerintah memang belum maksimal dalam menangani PMK. Buktinya, banyak kasus terjadi. Dia mendorong vaksinasi segera dilakukan demi menghindari meluasnya penyebaran PMK.

”Semakin banyak kasus PMK terjadi. Kami mendorong pemerintah semakin tanggap. Bentuk satgas penanganan PMK serta segerakan vaksinasi,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/