alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Sebelum Wafat, Kiai Nawawi Sempat Mengeluh Sakit Lambung

BANGIL, Radar Bromo – Wafatnya KH Nawawi Abdul Djalil jadi duka bersama. Sebab, Kiai Kharismatik pengasuh ponpes Sidogiri itu merupakan salah satu tokoh panutan umat.

Katib Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Muhibbul Aman mengatakan, Kiai Nawawi sempat menjalani perawatan di rumah sakit Lavalete di Malang. Ia dilarikan ke rumah sakit sejak Rabu (9/6), lantaran sakit lambung.

Kiai Nawawi yang juga Mustasyar PBNU itu menjalani perawatan selama tiga hari. Lalu Sabtu (12/6), kondisinya membaik. Karena itu, dia dipindah ke RSUD Bangil.

Namun, kemudian kesehatan Kiai Nawawi kembali memburuk. Dan Minggu sore, Kiai Nawawi dinyatakan meninggal. “Selain faktor usia, beliau juga memiliki riwayat penyakit lambung. Penyakitnya kambuh,” ujar Muhibbul Aman.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkapkan, Kiai Nawawi merupakan seorang kiai kharismatik. Dia memiliki ribuan santri yang tersebar di sejumlah daerah.

Wafatnya Kiai Nawawi tentu meninggalkan duka. Sehingga, berpotensi memicu gelombang pelayat atau pentakziah untuk berdatangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres untuk mengantisipasi kedatangan para santri serta simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri untuk tidak berdatangan,” ujar Gus Irsyad yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Salah satu caranya menyosialisasikan maklumat Ponpes Sidogiri. Agar para santri dan simpatisan tidak datang ke Ponpes Sidogiri.

Salat jenazah misalnya, bisa dilakukan dengan salat gaib di musala-musala. Supaya, tidak sampai terjadi kerumunan massa.

“Kiai Nawawi memiliki ribuan santri. Bisa dibilang beliau itu kiainya kiai. Beberapa Bupati dan Wali Kota daerah lain ada yang hendak bertakziah. Tapi kami minta untuk tidak dilakukan,” imbuh Gus Irsyad –sapaan akrab Irsyad Yusuf-.

Gus Irsyad menambahkan, doa untuk Kiai Nawawi dinilainya bisa dilakukan tanpa harus datang ke Ponpes Sidogiri. Ia pun yakin, doa tersebut bisa khidmad.

Menurut Gus Irsyad, Kiai Nawawi merupakan sosok yang sangat sabar. Dia bahkan sering mampir ke pendapa Kabupaten Pasuuran untuk sekadar silaturahmi dan memberikan doa untuknya.

Namun, usia Kiai Nawawi memang tak lagi muda. Sekitar 73 tahun. Kepadanya, Kiai Nawawi sempat menyampaikan sakit yang dialaminya.

“Sebelum meninggal, saya sering bertemu beliau. Selain faktor usia, beliau juga memiliki penyakit lambung dan migrain,” tutupnya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Wafatnya KH Nawawi Abdul Djalil jadi duka bersama. Sebab, Kiai Kharismatik pengasuh ponpes Sidogiri itu merupakan salah satu tokoh panutan umat.

Katib Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Muhibbul Aman mengatakan, Kiai Nawawi sempat menjalani perawatan di rumah sakit Lavalete di Malang. Ia dilarikan ke rumah sakit sejak Rabu (9/6), lantaran sakit lambung.

Kiai Nawawi yang juga Mustasyar PBNU itu menjalani perawatan selama tiga hari. Lalu Sabtu (12/6), kondisinya membaik. Karena itu, dia dipindah ke RSUD Bangil.

Namun, kemudian kesehatan Kiai Nawawi kembali memburuk. Dan Minggu sore, Kiai Nawawi dinyatakan meninggal. “Selain faktor usia, beliau juga memiliki riwayat penyakit lambung. Penyakitnya kambuh,” ujar Muhibbul Aman.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkapkan, Kiai Nawawi merupakan seorang kiai kharismatik. Dia memiliki ribuan santri yang tersebar di sejumlah daerah.

Wafatnya Kiai Nawawi tentu meninggalkan duka. Sehingga, berpotensi memicu gelombang pelayat atau pentakziah untuk berdatangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres untuk mengantisipasi kedatangan para santri serta simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri untuk tidak berdatangan,” ujar Gus Irsyad yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Salah satu caranya menyosialisasikan maklumat Ponpes Sidogiri. Agar para santri dan simpatisan tidak datang ke Ponpes Sidogiri.

Salat jenazah misalnya, bisa dilakukan dengan salat gaib di musala-musala. Supaya, tidak sampai terjadi kerumunan massa.

“Kiai Nawawi memiliki ribuan santri. Bisa dibilang beliau itu kiainya kiai. Beberapa Bupati dan Wali Kota daerah lain ada yang hendak bertakziah. Tapi kami minta untuk tidak dilakukan,” imbuh Gus Irsyad –sapaan akrab Irsyad Yusuf-.

Gus Irsyad menambahkan, doa untuk Kiai Nawawi dinilainya bisa dilakukan tanpa harus datang ke Ponpes Sidogiri. Ia pun yakin, doa tersebut bisa khidmad.

Menurut Gus Irsyad, Kiai Nawawi merupakan sosok yang sangat sabar. Dia bahkan sering mampir ke pendapa Kabupaten Pasuuran untuk sekadar silaturahmi dan memberikan doa untuknya.

Namun, usia Kiai Nawawi memang tak lagi muda. Sekitar 73 tahun. Kepadanya, Kiai Nawawi sempat menyampaikan sakit yang dialaminya.

“Sebelum meninggal, saya sering bertemu beliau. Selain faktor usia, beliau juga memiliki penyakit lambung dan migrain,” tutupnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/