alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Nyalakan Lilin, Ketiduran, Rumah Warga Mojoparon di Rembang Hangus

REMBANG, Radar Bromo – Ketenangan warga Dusun Badong, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, mendadak buyar, Jumat (13/5). Menyusul kobaran api yang melalap rumah salah satu warga setempat.

Kejadian itu berlangsung dini hari. Ketika warga setempat sedang tidur terlelap. Mendadak, api menyala-nyala di salah satu rumah warga. Hingga memicu kepanikan.

Rumah yang hangus terbakar itu, adalah tempat tinggal Wahyu Santoso, 29, warga Badong, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang dan keluarganya. Waktu itu, Wahyu sedang pergi bekerja, shift malam. Sehingga, hanya tersisa istrinya, Mira Abdillah dan anaknya, Delisa.

Kepala Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, M. Sholeh mengungkapkan, sebelum kejadian, kawasan setempat memang tengah padam. Lantaran listrik PLN mengalami gangguan. Akhirnya, korban pun memilih menyalakan lilin.

Lilin tersebut ditempatkan di meja ruang tengah rumah korban. Hingga beberapa jam kemudian. Saat Wahyu pergi kerja. Sementara, istri dan anaknya, ketiduran di dalam kamar mereka.

Tanpa disangka, batang lilin tersebut habis. Parahnya, bagian bawah lilin, ternyata ada tumpukan kertas. “Lilinnya habis. Di bawahnya, ada kertas. Akhirnya, kertas pun terbakar,” ungkap Sholeh.

Terbakarnya kertas itu, memicu petaka. Karena dari terbakarnya kertas tersebut, api menyambar ke barang lainnya. Hingga akhirnya membakar sebagian rumah setempat.

REMBANG, Radar Bromo – Ketenangan warga Dusun Badong, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, mendadak buyar, Jumat (13/5). Menyusul kobaran api yang melalap rumah salah satu warga setempat.

Kejadian itu berlangsung dini hari. Ketika warga setempat sedang tidur terlelap. Mendadak, api menyala-nyala di salah satu rumah warga. Hingga memicu kepanikan.

Rumah yang hangus terbakar itu, adalah tempat tinggal Wahyu Santoso, 29, warga Badong, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang dan keluarganya. Waktu itu, Wahyu sedang pergi bekerja, shift malam. Sehingga, hanya tersisa istrinya, Mira Abdillah dan anaknya, Delisa.

Kepala Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, M. Sholeh mengungkapkan, sebelum kejadian, kawasan setempat memang tengah padam. Lantaran listrik PLN mengalami gangguan. Akhirnya, korban pun memilih menyalakan lilin.

Lilin tersebut ditempatkan di meja ruang tengah rumah korban. Hingga beberapa jam kemudian. Saat Wahyu pergi kerja. Sementara, istri dan anaknya, ketiduran di dalam kamar mereka.

Tanpa disangka, batang lilin tersebut habis. Parahnya, bagian bawah lilin, ternyata ada tumpukan kertas. “Lilinnya habis. Di bawahnya, ada kertas. Akhirnya, kertas pun terbakar,” ungkap Sholeh.

Terbakarnya kertas itu, memicu petaka. Karena dari terbakarnya kertas tersebut, api menyambar ke barang lainnya. Hingga akhirnya membakar sebagian rumah setempat.

MOST READ

BERITA TERBARU

/