alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Baru Lima Desa di Kab Pasuruan Ajukan Pencairan ADD-DD

BANGIL, Radar Bromo – Keran pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Pasuruan mulai dibuka. Meski begitu, belum banyak pemerintah desa yang mengajukannya.

Hingga kemarin, baru ada sekitar lima desa yang melakukan pengajuan. Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Isminasih mengungkapkan, pemerintah desa di wilayah Kabupaten Pasuruan sedang melakukan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2021. Karena APBDes tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam pencairan ADD dan DD.

Beberapa desa di Kabupaten Pasuruan, sudah menyelesaikan APBDes tersebut. Bahkan, sudah yang mengajukan pencairannya. “Tahun ini pemerintah desa bisa melakukan pengajuannya lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Karena sudah banyak desa-desa yang memulai untuk melaksanakan pembahasan APBDes-nya. Berbeda dengan tahun lalu, yang sempat terhambat karena penyesuaian, pasca pilkades,” jelas dia.

Menurut Isminasih, setidaknya ada lima desa yang sudah melakukan pengajuan. Rata-rata, berada di wilayah Kecamatan Gempol. Pengajuan pencairan tahap satu DD dan ADD itu, sedang dicermati oleh timnya. “Sudah ada sekitar lima desa yang mengajukan. Pengajuan yang masuk itu, sedang kami proses,” sambung dia.

Isminasih menjelaskan, pengajuan lebih cepat, tentunya bisa berdampak terhadap proses-proses selanjutnya. Sehingga, bisa mencegah gagalnya penyerapan anggaran oleh pemerintah desa. Seperti yang terjadi pada 2020 lalu. Di mana, ada satu desa yang tak mampu menyerap secara penuh.

“Ada satu desa di wilayah Kraton yang tak bisa terserap seluruhnya. Baik DD ataupun ADD pada 2020,” ulasnya tanpa menyebut desa yang dimaksud.

Ia pun berharap hal itu tak terjadi. Sehingga, program desa bisa berjalan. Tahun ini pemerintah mengalokasikan DD hingga Rp 365 miliar untuk 341 desa. Sementara ADD, mencapai Rp 137 miliar. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU