Lurug Kejari, Desak Usut Tuntas Korupsi Dispora Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Desakan untuk pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan tahun 2017, terus mengalir. Senin (13/1), puluhan massa melurug Kantor Kejari Kabupaten Pasuruan di Raci. Mereka mendesak agar aktor intelektual kasus dugaan korupsi di Dispora bisa diseret ke penjara.

Massa yang tergabung dalam Ormas Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Perjuangan mendorong Kejari Kabupaten Pasuruan untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dispora. Pasalnya, mereka menganggap jeratan satu tersangka hingga menjadi terdakwa sarat dengan kejanggalan.

Massa yakin, Lilik Wijayanti, eks Kabid Olahraga tidak hanya sendirian dalam melancarkan aksi korupsi. “Kami mendukung dan mendorong kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus Dispora. Sebab, kami yakin ini korupsi berjamaah,” tandas M. Yusuf, salah satu orator.

Ia menambahkan, keyakinan tersebut beralasan. Dalam persidangan, terdakwa Lilik menyebut adanya orang yang memerintahkannya. Sehingga, pihak kejaksaan seharusnya mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

“Jangan sampai ada stigma kejaksaan ini masuk angin. Dan jangan sampai, masyarakat menjadi hilang kepercayaannya terhadap institusi penegak hukum,” imbuh dia.

Yusuf juga beralasan, kalau hakim meminta adanya evaluasi penyidikan dalam kasus dugaan tindak korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan. Hal ini dianggapnya semakin menguatkan adanya dugaan keterlibatan aktor intelektual yang harusnya diungkap kejaksaan. Dalam persidangan itu pula, kerugian negara mencapai Rp 918 juta. Sementara yang dikenakan pada Lilik, hanya Rp 69 juta.

“Sisanya ke mana? Kami minta kejaksaan segera menyeret aktor intelektual kasus dugaan korupsi di Dispora. Tidak boleh ada kompromi,” jelasnya.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Erfan mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan untuk kejaksaan dalam pengusutan kasus, khususnya di Dispora Kabupaten Pasuruan. Ia menambahkan, bakal menindaklanjuti dukungan tersebut dan berkoordinasi dengan Kasi Pidsus.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya. Tentunya akan kami tindak lanjuti. Tapi, masih menunggu proses persidangan untuk terdakwa Lilik selesai,” ulasnya.

Diketahui, Kejari Kabupaten Pasuruan tengah membidik kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan. Kegiatan keolahragaan tahun 2017, ditengarai ada mark up anggaran.

Salah satunya Pormadin yang diselenggarakan di Candra Wilwatikta Pandaan. Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, ditemukan kerugian negara hingga Rp 918 juta. (one/mie)