alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Sudah Usang, Perekam E-KTP Sering Error

BANGIL, Radar Bromo – Pelayanan prima membutuhkan pula peralatan dengan kondisi prima pula. Layanan KTP elektronik (e-KTP) misalnya. Akhir-akhir ini masyarakat mengeluhkan rusaknya alat perekam e-KTP. Sering error.

Keluhan tersebut sampai ke Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman. Dia menyebutkan, saat ini alat perekam e-KTP digunakan di 24 kantor kecamatan. Sudah bertahun-tahun dipakai. Belum pernah ada penggantian.

”Karena sudah usang, akhirnya sering error. Menghambat pencetakan e-KTP dan adminduk lain di kecamatan,” beber Kasiman.

Legislator Fraksi Gerindra ini menambahkan, Dispendukcapil seharusnya segera menyiapkan anggaran untuk peremajaan alat perekaman adminduk tersebut. Agar pelayanan kependudukan berjalan baik. ”Kami banyak menerima keluhan. Layanan lambat. Salah satunya karena alatnya error,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengakui alat perekaman e-KTP memang sudah lama. Pengadaan tahun 2011-2012. Itu bantuan pusat.

”Tetap digunakan. Beberapa kali harus diperbaiki karena memang usia sudah cukup lama,” ujarnya. Dispendukcapil sudah mengusulkan rencana pengadaan alat perekaman tersebut. Setidaknya tahun ini bisa terealisasi. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pelayanan prima membutuhkan pula peralatan dengan kondisi prima pula. Layanan KTP elektronik (e-KTP) misalnya. Akhir-akhir ini masyarakat mengeluhkan rusaknya alat perekam e-KTP. Sering error.

Keluhan tersebut sampai ke Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman. Dia menyebutkan, saat ini alat perekam e-KTP digunakan di 24 kantor kecamatan. Sudah bertahun-tahun dipakai. Belum pernah ada penggantian.

”Karena sudah usang, akhirnya sering error. Menghambat pencetakan e-KTP dan adminduk lain di kecamatan,” beber Kasiman.

Legislator Fraksi Gerindra ini menambahkan, Dispendukcapil seharusnya segera menyiapkan anggaran untuk peremajaan alat perekaman adminduk tersebut. Agar pelayanan kependudukan berjalan baik. ”Kami banyak menerima keluhan. Layanan lambat. Salah satunya karena alatnya error,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengakui alat perekaman e-KTP memang sudah lama. Pengadaan tahun 2011-2012. Itu bantuan pusat.

”Tetap digunakan. Beberapa kali harus diperbaiki karena memang usia sudah cukup lama,” ujarnya. Dispendukcapil sudah mengusulkan rencana pengadaan alat perekaman tersebut. Setidaknya tahun ini bisa terealisasi. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/