alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Sekeluarga Tertabrak KA Komuter di Perlintasan tanpa Palang Beji

BEJI, Radar Bromo-Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang di depan Yonkav Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali memakan korban. Usai Kamis pagi (11/2) seorang pengendara motor tewas tertabrak KA Komuter, Jumat malam (12/2) giliran sebuah mobil yang ditumpangi sekeluarga asal Krian, Sidoarjo tertabrak KA.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden nahas itu. Namun, kelima korban harus mengalami luka luka akibat tertabrak oleh KA yang sedang melintas.

Kelima korban itu adalah Dimas Samudra, 20; Nur Rohim, 45; Sri Rahayu, 52; Zainita, 45 dan Reihan, 5. Kini kelimanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Masyithoh, Bangil.

Tabrakan itu sendiri diketahui terjadi sekitar pukul 19.30. Malam itu, rombongan satu keluarga tersebut menaiki Kendaraan Mitsubishi Pajero bernopol W 1 CPB yang dikemudikan oleh Dimas Samudra.

Mereka hendak pulang ke Sidoarjo usai berkunjung ke salah satu kerabatnya. Mobil melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang.

Mau ke Calon Istri, Tertabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Beji

Kebetulan saat itu, hujan deras memang sedang melanda wilayah Beji dan sekitarnya. Sehingga, jarak pandang pun tidak terlalu baik. Karena itu, setibanya di dekat perlintasan setempat, Mobil Pajero ini langsung menyeberang.

Namun, saat itu dari arah barat melaju KA komuter 685 relasi Surabaya Bangil dengan masinis Hendra Susanto yang berjalan dari arah barat ke timur. Sehingga tabrakan pun tidak terhindarkan.

Mobil sempat terseret ke arah timur sejauh 100 meter. Lalu menabrak rambu jalan di sisi utaranya. “Biasanya tiap hari selalu ada petugas yang membantu menjaga perlintasan. Cuma karena hujan, jadi tidak ada yang ngasih aba-aba saat melintas,” ungkap salah satu warga setempat, Kosim.

Proses evakuasi kendaraab sendiri memakan waktu selama satu jam. Sekitar pukul 20.30, kendaraan berhasil dievakuasi dan penumpang juga dibawa ke RSI Masyithoh.

Dimas Samudra diketahui mengalami luka pendarahan dari hidung, rahang kanan patah dan mata mengalami luka pada dahi sebelah kanan robek.

Lalu,  Sri Rahayu mengalami luka memar dibawah punggung sebelah kanan. Sementara, Zainita dan Reihan tidak mengalami luka apapun.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti menjelaskan penyebab lala diduga karena pengemudi Kendaraan Mitsubishi Pajero nopol W 1 CPB kurang berhati – hati. “Penyebab lakanya karena pengemudi kurang konsentrasi. Kalau soal penjaga perlintasan, mereka kan hanya sukarelawan,” sebut Marti. (riz/mie)

BEJI, Radar Bromo-Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang di depan Yonkav Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali memakan korban. Usai Kamis pagi (11/2) seorang pengendara motor tewas tertabrak KA Komuter, Jumat malam (12/2) giliran sebuah mobil yang ditumpangi sekeluarga asal Krian, Sidoarjo tertabrak KA.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden nahas itu. Namun, kelima korban harus mengalami luka luka akibat tertabrak oleh KA yang sedang melintas.

Kelima korban itu adalah Dimas Samudra, 20; Nur Rohim, 45; Sri Rahayu, 52; Zainita, 45 dan Reihan, 5. Kini kelimanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Masyithoh, Bangil.

Tabrakan itu sendiri diketahui terjadi sekitar pukul 19.30. Malam itu, rombongan satu keluarga tersebut menaiki Kendaraan Mitsubishi Pajero bernopol W 1 CPB yang dikemudikan oleh Dimas Samudra.

Mereka hendak pulang ke Sidoarjo usai berkunjung ke salah satu kerabatnya. Mobil melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang.

Mau ke Calon Istri, Tertabrak KA di Perlintasan tanpa Palang Beji

Kebetulan saat itu, hujan deras memang sedang melanda wilayah Beji dan sekitarnya. Sehingga, jarak pandang pun tidak terlalu baik. Karena itu, setibanya di dekat perlintasan setempat, Mobil Pajero ini langsung menyeberang.

Namun, saat itu dari arah barat melaju KA komuter 685 relasi Surabaya Bangil dengan masinis Hendra Susanto yang berjalan dari arah barat ke timur. Sehingga tabrakan pun tidak terhindarkan.

Mobil sempat terseret ke arah timur sejauh 100 meter. Lalu menabrak rambu jalan di sisi utaranya. “Biasanya tiap hari selalu ada petugas yang membantu menjaga perlintasan. Cuma karena hujan, jadi tidak ada yang ngasih aba-aba saat melintas,” ungkap salah satu warga setempat, Kosim.

Proses evakuasi kendaraab sendiri memakan waktu selama satu jam. Sekitar pukul 20.30, kendaraan berhasil dievakuasi dan penumpang juga dibawa ke RSI Masyithoh.

Dimas Samudra diketahui mengalami luka pendarahan dari hidung, rahang kanan patah dan mata mengalami luka pada dahi sebelah kanan robek.

Lalu,  Sri Rahayu mengalami luka memar dibawah punggung sebelah kanan. Sementara, Zainita dan Reihan tidak mengalami luka apapun.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti menjelaskan penyebab lala diduga karena pengemudi Kendaraan Mitsubishi Pajero nopol W 1 CPB kurang berhati – hati. “Penyebab lakanya karena pengemudi kurang konsentrasi. Kalau soal penjaga perlintasan, mereka kan hanya sukarelawan,” sebut Marti. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/