alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Maling Ini Curi Kotak Amal Masjid Al Muttaqin di Beji dan Terekam CCTV

BEJI, Radar Bromo – Uangnya memang cuma Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu. Tapi, warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, kesal dengan pencuri ini. Dia berani menggondol kotak amal Masjid Al Muttaqin pada Selasa siang (11/1). Warga resah.

Aksi pencuri kotak amal itu terekam oleh kamera CCTV. Dalam rekaman itu terlihat, seorang pria sedang berada di Masjid Al Muttaqin. Dia mengenakan sarung cokelat. Lalu, memakai jaket biru serta tas selempang cokelat. Seperti baru saja melakukan salat Duhur.

Di teras masjid, pelaku tampak celingak-celinguk. Tengok kanan dan kiri. Melihat kira-kira ada jamaah lain atau tidak di dalam masjid. Ternyata tidak ada. Dia pun segera mendekati kotak amal kecil dan langsung menggondolnya pergi. Entah ke mana. Hingga kemarin, warga belum tahu siapa gerangan laki-laki itu.

Kepala Desa Kedungboto Subandi mengatakan, pencuri itu memang baru melakukan salat Duhur Selasa siang itu. Gayanya seperti jamaah-jamaah lain. Datang, ambil wudu, masuk masjid, salat. Lantas, mencari kesempatan untuk berbuat jahat.

”Nah, waktu kondisi sepi itulah, dia beraksi,” bebernya.

Subandi menambahkan, takmir masjid memperkirakan uang di dalam kotak amal itu tidak seberapa. Cuma sekitar Rp 50 ribu atau Rp 60 ribuan. Tapi, masalahnya bukan nilai uang. Sebab, berani-beraninya pencuri beraksi di masjid desa setempat. Mengapa juga sampai mencuri uang amal jamaah.

Masyarakat resah. Kesal. Soalnya bukan tidak mungkin perbuatan itu diulangi dan menjadi kebiasaan. Jamaah bisa marah. ”Itu memicu keresahan karena rentan terulang,” tegasnya.

BEJI, Radar Bromo – Uangnya memang cuma Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu. Tapi, warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, kesal dengan pencuri ini. Dia berani menggondol kotak amal Masjid Al Muttaqin pada Selasa siang (11/1). Warga resah.

Aksi pencuri kotak amal itu terekam oleh kamera CCTV. Dalam rekaman itu terlihat, seorang pria sedang berada di Masjid Al Muttaqin. Dia mengenakan sarung cokelat. Lalu, memakai jaket biru serta tas selempang cokelat. Seperti baru saja melakukan salat Duhur.

Di teras masjid, pelaku tampak celingak-celinguk. Tengok kanan dan kiri. Melihat kira-kira ada jamaah lain atau tidak di dalam masjid. Ternyata tidak ada. Dia pun segera mendekati kotak amal kecil dan langsung menggondolnya pergi. Entah ke mana. Hingga kemarin, warga belum tahu siapa gerangan laki-laki itu.

Kepala Desa Kedungboto Subandi mengatakan, pencuri itu memang baru melakukan salat Duhur Selasa siang itu. Gayanya seperti jamaah-jamaah lain. Datang, ambil wudu, masuk masjid, salat. Lantas, mencari kesempatan untuk berbuat jahat.

”Nah, waktu kondisi sepi itulah, dia beraksi,” bebernya.

Subandi menambahkan, takmir masjid memperkirakan uang di dalam kotak amal itu tidak seberapa. Cuma sekitar Rp 50 ribu atau Rp 60 ribuan. Tapi, masalahnya bukan nilai uang. Sebab, berani-beraninya pencuri beraksi di masjid desa setempat. Mengapa juga sampai mencuri uang amal jamaah.

Masyarakat resah. Kesal. Soalnya bukan tidak mungkin perbuatan itu diulangi dan menjadi kebiasaan. Jamaah bisa marah. ”Itu memicu keresahan karena rentan terulang,” tegasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/