alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Program Asimilasi untuk Tahanan Diperpanjang tapi Diperketat

BANGIL, Radar Bromo – Kebijakan pemerintah untuk memberikan asimilasi bagi para tahanan, diperpanjang. Perpanjangan tersebut diberlakukan seiring dengan Pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo menguraikan, pemberian asimilasi itu seiring dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM. Sebelumnya, pemerintah memberlakukan asimilasi bagi para tahanan yang memenuhi persyaratan hingga Desember 2020.

Namun, kebijakan tersebut diperpanjang hingga Juni 2021. “Ada perpanjangan pemberian asimilasi bagi narapidana di rutan ataupun lapas. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus korona yang semakin mewabah,” beber Bowo -sapaan Tristiantoro Adi Wibowo-.

Menurut Bowo, perpanjangan masa asimilasi itu sesuai dengan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 sebagai pengganti atas Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020. Meski ada perpanjangan masa asimilasi, namun pemberian asimilasi itu tak semudah sebelumnya.

Karena pemberian asimilasi itu bakal lebih diperketat. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan asimilasi. Salah satunya, sudah mendapatkan penelitian masyarakat dari Badan Pemasyarakatan.

Selain itu, tidak semua tahanan pidana bisa mendapatkan asimilasi. Kasus pembunuhan berencana, perampokan atau begal, hingga pelaku kekerasan anak dan pemerkosaan, tidak lagi bisa mendapatkan asimilasi tersebut. Begitu pun dengan residivis.

Hal ini untuk menghindari kasus-kasus serupa terulang. “Pemberian asimilasi lebih diperketat. Tidak lagi semua kasus pidana bisa mendapatkan asimilasi,” sambungnya.

Sepanjang 2020 lalu, setidaknya sudah ada 270 napi yang mendapatkan asimilasi. Sementara untuk 2021 ini, masih tahap inventarisasi. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU