Usai Tersingkir, Delapan Pemain Persekabpas Dilirik Tim Lain

BANGIL, Radar Bromo – Skuadra Persekabpas dipastikan gagal melenggang ke Zona Nasional Liga 3. Meski begitu, hal itu tak membuat sejumlah pemainnya lantas menganggur.

Sebab, saat ini tercatat sudah ada delapan penggawa Laskar Sakera –julukan Persekabpas- yang dilirik tim lain. Tim yang melirik tentu saja tim yang masih berkompetisi di Liga 3.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengakui, ada beberapa pemain yang diminati tim luar Kabupaten Pasuruan. Tim-tim tersebut membutuhkan jasa para pemain Persekabpas untuk bisa mengarungi laga Liga 3 Nasional. “Rata-rata memang tim Liga 3 yang meminati pemain kami,” kata Suryono.

Pihaknya pun tak mau menghalang-halangi para pemainnya untuk mengembangkan diri. Karena itu, mereka diberi kesempatan untuk berganti kostum sementara dengan membela tim yang mau meminjam jasa mereka.

Menurut Suryono, ada setidaknya delapan pemain yang diminati tim luar Kabupaten Pasuruan. Empat pemain Persekabpas diboyong Perseta Tulungagung. Mereka adalah Ahmad Burhan Afiludin dan Alvin yang merupakan gelandang bertahan. Serta Dino Baggio, stoper andalan Persekabpas Pasuruan. Ada pula Mohammad Hendra Safi’i yang berposisi pada striker.

Selain empat pemain tersebut, ada Dede Jossy Bastian, pemain belakang dan Paat, pemain tengah Persekabpas yang dipinjam oleh Persedikab Kediri. Untuk Alfarisi, penjaga gawang Persekabpas yang diminati Persiba Bantul.

Serta, striker andalan Persekabpas Pasuruan, Ricko Hardiansyah, yang dipinjam Tim Semeru FC Lumajang. “Total ada delapan pemain Persekabpas yang dipinjam tim luar Kabupaten Pasuruan,” ujar Suryono.

Ia menegaskan, rata-rata pemain Persekabpas memiliki kualitas yang mumpuni. Buktinya, banyak tim yang meminatinya. “Ada 21 pemain yang kami miliki. Kami juga akan melakukan evaluasi untuk menentukan mana pemain yang akan dipertahankan dan mana yang tidak lagi bisa bertahan di Persekabpas,” sambungnya.

Dikatakan Suryono, persiapan untuk menyongsong Liga 3 tahun 2020 bakal dilakukan lebih awal. Setidaknya, awal tahun 2020 bisa dilakukan persiapan. “Mungkin saya tidak lagi menjadi manajer. Harapan kami, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang menangani tim ini,” harapnya. (one/mie)