alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pandemi, Kasus Rokok Ilegal di Pasuruan Melesat

BANGIL, Radar Bromo – Rokok ilegal masih banyak beredar di Pasuruan. Buktinya, Rabu (11/11) ribuan batang rokok ilegal itu dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan.

Rokok-rokok ilegal itu merupakan hasil ungkap dan penindakan yang dilakukan sepanjang 2019 dan 2020. Pemusnahannya sendiri berlangsung di halaman KPPBC TMP A Pasuruan, Rabu (11/11).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan Hanan Budiharto menguraikan, pemusnahan tersebut dilakukan, setelah pihaknya memperoleh persetujuan dari menteri keuangan. Langkah pemusnahan untuk mencegah penyalahgunaan barang-barang ilegal tersebut.

Ada 16.247.529 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang dimusnahkan. Pemusnahan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan sebanyak 96 kali oleh instansinya. “Semua ini, merupakan hasil penindakan selama 2019 hingga 2020,” kata Hanan.

Selain rokok batangan jenis SKM, ada pula 186.349 batang rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang turut dimusnahkan. Serta 1.066 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merek. Juga ada 1.194.726 pita cukai ilegal dan bekas.

“Dari penindakan-penindakan sepanjang 2019 dan 2020 itu, ada 10 kasus yang masuk penyidikan dan 21 kasus dikenai denda,” sampai Hanan.

Hasil penindakan itu pula, instansinya telah menyelamatkan uang negara yang tak sedikit. Ia mencatatkan, ada Rp 13 miliar lebih uang negara yang berhasil diselamatkan.

Hanan juga menjelaskan, dari penindakan yang dilakukan itu pula, ia menemukan ada pola perubahan konsumsi masyarakat. Hal ini tak lepas dari wabah Covid-19. Banyak masyarakat yang beralih ke konsumsi rokok yang lebih murah.

Hal ini, berdampak terhadap kasus-kasus rokok ilegal yang meningkat. Seperti temuan atas penindakan untuk rokok SKM. Ia mencatat, pada 2019 ada sebanyak 4.616.206 batang rokok ilegal yang berhasil disita. Sementara pada 2020, mencapai 11.631.323 batang.

“Jadi, ada perubahan pola konsumsi. Kecenderungan di tengah wabah korona, masyarakat memilih rokok yang lebih murah,” bebernya.

Tingginya penindakan yang dilakukan itu pula, berpengaruh pada penyelamatan uang negara yang dilakukan. Pada 2019 lalu, uang negara yang diselamatkan, sekitar Rp 2 miliar. Namun, tahun 2020 ini mencapai Rp 11 miliar. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Rokok ilegal masih banyak beredar di Pasuruan. Buktinya, Rabu (11/11) ribuan batang rokok ilegal itu dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan.

Rokok-rokok ilegal itu merupakan hasil ungkap dan penindakan yang dilakukan sepanjang 2019 dan 2020. Pemusnahannya sendiri berlangsung di halaman KPPBC TMP A Pasuruan, Rabu (11/11).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan Hanan Budiharto menguraikan, pemusnahan tersebut dilakukan, setelah pihaknya memperoleh persetujuan dari menteri keuangan. Langkah pemusnahan untuk mencegah penyalahgunaan barang-barang ilegal tersebut.

Ada 16.247.529 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang dimusnahkan. Pemusnahan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan sebanyak 96 kali oleh instansinya. “Semua ini, merupakan hasil penindakan selama 2019 hingga 2020,” kata Hanan.

Selain rokok batangan jenis SKM, ada pula 186.349 batang rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang turut dimusnahkan. Serta 1.066 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merek. Juga ada 1.194.726 pita cukai ilegal dan bekas.

“Dari penindakan-penindakan sepanjang 2019 dan 2020 itu, ada 10 kasus yang masuk penyidikan dan 21 kasus dikenai denda,” sampai Hanan.

Hasil penindakan itu pula, instansinya telah menyelamatkan uang negara yang tak sedikit. Ia mencatatkan, ada Rp 13 miliar lebih uang negara yang berhasil diselamatkan.

Hanan juga menjelaskan, dari penindakan yang dilakukan itu pula, ia menemukan ada pola perubahan konsumsi masyarakat. Hal ini tak lepas dari wabah Covid-19. Banyak masyarakat yang beralih ke konsumsi rokok yang lebih murah.

Hal ini, berdampak terhadap kasus-kasus rokok ilegal yang meningkat. Seperti temuan atas penindakan untuk rokok SKM. Ia mencatat, pada 2019 ada sebanyak 4.616.206 batang rokok ilegal yang berhasil disita. Sementara pada 2020, mencapai 11.631.323 batang.

“Jadi, ada perubahan pola konsumsi. Kecenderungan di tengah wabah korona, masyarakat memilih rokok yang lebih murah,” bebernya.

Tingginya penindakan yang dilakukan itu pula, berpengaruh pada penyelamatan uang negara yang dilakukan. Pada 2019 lalu, uang negara yang diselamatkan, sekitar Rp 2 miliar. Namun, tahun 2020 ini mencapai Rp 11 miliar. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/