alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Rehab RTLH dari APBD Kab Pasuruan Diusulkan Naik Setara Pusat

BANGIL, Radar Bromo – Bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun ini masih di bawah bantuan dari pusat. Saat ini, muncul usulan untuk menaikkan nominal bantuan itu. Sehingga, nantinya bisa setara dengan nominal dari bantuan RTLH pusat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Hari Aprianto menguraikan, program bedah rumah merupakan upaya Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya, agar masyarakat tak mampu, bisa memiliki hunian yang memadai untuk ditempati.

Selama ini, ribuan rumah tak layak huni telah di-support dalam pembangunannya oleh pemerintah daerah. Meski kenyataannya, masih banyak hunian yang belum layak. “Kami berusaha untuk terus men-support kepemilikan hunian yang layak bagi masyarakat,” sampainya.

Menurut Hari, support yang diberikan Pemkab, berupa dana stimulus untuk membedah rumah. Besarannya, mencapai Rp 15 juta per unit dari APBD. Pihaknya merencanakan, untuk menaikkan nilai bantuan tersebut.

Hal ini ditujukan, sebagai upaya memberikan stimulus lebih. Sehingga, masyarakat bisa lebih terbantukan. Apalagi, harga material bangunan, relatif naik setiap tahun. “Ini dimaksudkan, untuk menyesuaikan daya beli masyarakat dengan material bangunan yang cenderung naik,” ulasnya.

Rencananya, kenaikan nominal yang diberikan bisa mencapai Rp 2,5 juta per unit. Sehingga, besaran yang diterima penerima, mencapai Rp 17,5 juta per unitnya pada 2021. Nilai tersebut, setara dengan support yang sudah diterapkan pemerintah pusat dalam menopang program RTLH.

“Ini masih kami wacanakan. Karena, kenaikan nominal tersebut, tentunya bisa mempengaruhi kuantitas penerima,” sambung dia. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun ini masih di bawah bantuan dari pusat. Saat ini, muncul usulan untuk menaikkan nominal bantuan itu. Sehingga, nantinya bisa setara dengan nominal dari bantuan RTLH pusat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Hari Aprianto menguraikan, program bedah rumah merupakan upaya Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya, agar masyarakat tak mampu, bisa memiliki hunian yang memadai untuk ditempati.

Selama ini, ribuan rumah tak layak huni telah di-support dalam pembangunannya oleh pemerintah daerah. Meski kenyataannya, masih banyak hunian yang belum layak. “Kami berusaha untuk terus men-support kepemilikan hunian yang layak bagi masyarakat,” sampainya.

Menurut Hari, support yang diberikan Pemkab, berupa dana stimulus untuk membedah rumah. Besarannya, mencapai Rp 15 juta per unit dari APBD. Pihaknya merencanakan, untuk menaikkan nilai bantuan tersebut.

Hal ini ditujukan, sebagai upaya memberikan stimulus lebih. Sehingga, masyarakat bisa lebih terbantukan. Apalagi, harga material bangunan, relatif naik setiap tahun. “Ini dimaksudkan, untuk menyesuaikan daya beli masyarakat dengan material bangunan yang cenderung naik,” ulasnya.

Rencananya, kenaikan nominal yang diberikan bisa mencapai Rp 2,5 juta per unit. Sehingga, besaran yang diterima penerima, mencapai Rp 17,5 juta per unitnya pada 2021. Nilai tersebut, setara dengan support yang sudah diterapkan pemerintah pusat dalam menopang program RTLH.

“Ini masih kami wacanakan. Karena, kenaikan nominal tersebut, tentunya bisa mempengaruhi kuantitas penerima,” sambung dia. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/