alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Layanan Donor Plasma Konvalesen Belum Penuhi Kebutuhan Warga

BANGIL, Radar Bromo – Layanan donor darah konvalesen di Kabupaten Pasuruan sudah buka. Sayangnya, layanan tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan darah plasma warganya.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pasuruan Wiwik Winarningsih mengatakan, sudah dua pekan belakangan layanan donor darah konvalesen itu dioperasikan. Hanya,”produksi” plasma yang bisa dihasilkan masih terbatas.

Hal ini dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya, belum semua donor memenuhi persyaratan. ”Layanan sudah dibuka dua pekan terakhir. Tapi, memang masih terbatas,” kata Wiwik.

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan ini menambahkan, kebutuhan darah konvalesen yang masuk ke instansinya bisa mencapai 20 kantong hingga 30 kantong per hari. Namun, yang mampu dipenuhi hanya 4 kantong sampai 6 kantong per hari.

Mengapa begitu? Sebab, banyak donor plasma yang tidak memenuhi persyaratan. Misalnya, masanya sebagai penyintas telah lewat terlalu lama.

”Misalkan ada 10 donor. Yang memenuhi syarat paling hanya dua orang. Karena antibodinya belum memenuhi syarat. Jadi, kesulitannya di situ,” sambungnya.

Jadi, PMI Kabupaten Pasuruan masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti Sidoarjo. “Kami bekerja sama dengan Sidoarjo untuk penyediaan darah plasma ini,” ulasnya.

Direktur RSUD Bangil dr Arma Roosalina mengakui, kebutuhan kantong darah plasma tinggi. Bisa sampai puluhan per hari. Saat ini, rata-rata baru bisa dipenuhi dari luar Kabupaten Pasuruan, seperti Sidoarjo.

Biaya penyediaan darah plasma relatif tinggi. Sebulan, bisa sampai puluhan juta bahkan ratusan juta. ”Seperti Juli kemarin, anggaran untuk penyediaan darah plasma konvalesen sekitar Rp 300 juta,” bebernya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Layanan donor darah konvalesen di Kabupaten Pasuruan sudah buka. Sayangnya, layanan tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan darah plasma warganya.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pasuruan Wiwik Winarningsih mengatakan, sudah dua pekan belakangan layanan donor darah konvalesen itu dioperasikan. Hanya,”produksi” plasma yang bisa dihasilkan masih terbatas.

Hal ini dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya, belum semua donor memenuhi persyaratan. ”Layanan sudah dibuka dua pekan terakhir. Tapi, memang masih terbatas,” kata Wiwik.

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan ini menambahkan, kebutuhan darah konvalesen yang masuk ke instansinya bisa mencapai 20 kantong hingga 30 kantong per hari. Namun, yang mampu dipenuhi hanya 4 kantong sampai 6 kantong per hari.

Mengapa begitu? Sebab, banyak donor plasma yang tidak memenuhi persyaratan. Misalnya, masanya sebagai penyintas telah lewat terlalu lama.

”Misalkan ada 10 donor. Yang memenuhi syarat paling hanya dua orang. Karena antibodinya belum memenuhi syarat. Jadi, kesulitannya di situ,” sambungnya.

Jadi, PMI Kabupaten Pasuruan masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti Sidoarjo. “Kami bekerja sama dengan Sidoarjo untuk penyediaan darah plasma ini,” ulasnya.

Direktur RSUD Bangil dr Arma Roosalina mengakui, kebutuhan kantong darah plasma tinggi. Bisa sampai puluhan per hari. Saat ini, rata-rata baru bisa dipenuhi dari luar Kabupaten Pasuruan, seperti Sidoarjo.

Biaya penyediaan darah plasma relatif tinggi. Sebulan, bisa sampai puluhan juta bahkan ratusan juta. ”Seperti Juli kemarin, anggaran untuk penyediaan darah plasma konvalesen sekitar Rp 300 juta,” bebernya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/