alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Polemik Tarif Sewa di Pasar Desa Wonosari, PMD Cermati Penyusunan Perdes

TUTUR, Radar Bromo – Perselisihan soal tarif sewa tempat usaha di Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, belum berakhir. Pemdes minta pedagang membayar sesuai perdes. Pedagang menolak karena tidak pernah diajak berunding. Biaya sewa dinilai terlalu memberatkan. Belum ada titik temu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari dan Paguyuban Pedagang Pasar Wonosari duduk bersama lagi.

”Karena belum ada titik temu sewa tempat usaha di pasar desanya,” katanya.

Bakti berpendapat, sebaiknya Camat Tutur segera memanggil kembali kedua belah pihak ke kantor kecamatan setempat. ”Kami nanti mendampingi dan hadir,” terangnya.

Dinas PMD, lanjut Bakti, telah mengeluarkan surat kepada Camat Tutur pada 30 Juni 2022. Camat diminta memeriksa lagi (review) semua tahapan penyusunan rancangan Perdes No. 4/2022 yang telah diajukan pemerintahan desa. Di antaranya, membuat berita acara sosialisasi kepada para pedagang terkait subtansi perdes tersebut.

Kemudian, memfasilitasi pemdes dengan pedagang Pasar Wonosari dalam pembahasan rancangan penyusunan perdesnya. Selanjutnya, mengawal setiap kesepakatan yang dihasilkan antara pemdes dan pedagang pasar desa. Apabila terjadi permasalahan dalam pelaksanaannya, perdes tersebut di-review.

”Perdesnya ditolak para pedagang melalui paguyuban. Ini harus disikapi. Perlu melibatkan tim appraisal dan pedagang pasar desa jika perdesnya di-review kembali,” ungkapnya. (zal/far)

TUTUR, Radar Bromo – Perselisihan soal tarif sewa tempat usaha di Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, belum berakhir. Pemdes minta pedagang membayar sesuai perdes. Pedagang menolak karena tidak pernah diajak berunding. Biaya sewa dinilai terlalu memberatkan. Belum ada titik temu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari dan Paguyuban Pedagang Pasar Wonosari duduk bersama lagi.

”Karena belum ada titik temu sewa tempat usaha di pasar desanya,” katanya.

Bakti berpendapat, sebaiknya Camat Tutur segera memanggil kembali kedua belah pihak ke kantor kecamatan setempat. ”Kami nanti mendampingi dan hadir,” terangnya.

Dinas PMD, lanjut Bakti, telah mengeluarkan surat kepada Camat Tutur pada 30 Juni 2022. Camat diminta memeriksa lagi (review) semua tahapan penyusunan rancangan Perdes No. 4/2022 yang telah diajukan pemerintahan desa. Di antaranya, membuat berita acara sosialisasi kepada para pedagang terkait subtansi perdes tersebut.

Kemudian, memfasilitasi pemdes dengan pedagang Pasar Wonosari dalam pembahasan rancangan penyusunan perdesnya. Selanjutnya, mengawal setiap kesepakatan yang dihasilkan antara pemdes dan pedagang pasar desa. Apabila terjadi permasalahan dalam pelaksanaannya, perdes tersebut di-review.

”Perdesnya ditolak para pedagang melalui paguyuban. Ini harus disikapi. Perlu melibatkan tim appraisal dan pedagang pasar desa jika perdesnya di-review kembali,” ungkapnya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/