alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Puskesmas Rembang Ikut Andil Pos Pengamanan Lebaran

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

REMBANG, Radar Bromo – Lebaran tahun ini merupakan lebaran kali kedua di masa pandemi Covid-19. Pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Pun begitu dengan Pemkab Pasuruan yang sudah mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama Lebaran tahun ini.

Menindaklanjuti imbauan Bupati Pasuruan dan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik, Polres Pasuruan telah menyiapkan 7 titik penyekatan arus mudik di Pos Pengamanan Lebaran 2021. Ketujuh titik tersebut tersebar di perbatasan di Pasuruan-Malang, Pasuruan-Sidoarjo dan Pasuruan-Mojokerto.

Personel yang disiagakan di Pos Pengamanan Lebaran 2021 di Kabupaten Pasuruan, terdiri dari, gabungan TNI, Polri Dishub, Satpol PP, personel kesehatan, dan personil pramuka. Pada titik-titik penyekatan tersebut dilakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi, seperti, KTP, surat swab/ rapid, surat tugas.

Nah,UPTD Puskesmas Rembang ambil bagian di dalamnya, dengan mengikutkan tim kesehatan di Pos Pengamanan Lebaran di simpang tiga depan Masjid Assalam Gempol (perbatasan Pasuruan-Sidoarjo). Setiap shift, Puskesmas Rembang mengerahkan sebanyak 3 tenaga kesehatan yang bertugas untuk memeriksa suhu tubuh dan melakukan rapid antigen bagi pengendara yang tidak membawa surat keterangan rapid antigen.

Bagi pengendara yang dinyatakan negatif, cukup dilaksanakan pendataan dan pengendara dapat melanjutkan perjalanan. Namun bila dinyatakan positif, maka akan diarahkan untuk karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Jika pengendara tidak membawa surat tugas dari instansi akan diarahkan untuk putar balik.

Larangan mudik lebaran 2021 ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada mudik lebaran dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, kemungkinan penyebaran virus Covid-19 dikhawatirkan akan semakin besar. Tentunya semua pihak tidak menginginkan momen mudik lebaran bertemu dengan keluarga di hari istimewa berganti dengan penyebaran virus Covid-19 yang sangat berbahaya ini.

“Diharapkan masyarakat bisa menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran, dan memanfaatkan tekonogi digital untuk menyambung silaturrahmi agar lebaran terasa nyaman dan aman” ujar Arif Arif Kurnianto, Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Rembang. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

REMBANG, Radar Bromo – Lebaran tahun ini merupakan lebaran kali kedua di masa pandemi Covid-19. Pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Pun begitu dengan Pemkab Pasuruan yang sudah mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama Lebaran tahun ini.

Menindaklanjuti imbauan Bupati Pasuruan dan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik, Polres Pasuruan telah menyiapkan 7 titik penyekatan arus mudik di Pos Pengamanan Lebaran 2021. Ketujuh titik tersebut tersebar di perbatasan di Pasuruan-Malang, Pasuruan-Sidoarjo dan Pasuruan-Mojokerto.

Personel yang disiagakan di Pos Pengamanan Lebaran 2021 di Kabupaten Pasuruan, terdiri dari, gabungan TNI, Polri Dishub, Satpol PP, personel kesehatan, dan personil pramuka. Pada titik-titik penyekatan tersebut dilakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi, seperti, KTP, surat swab/ rapid, surat tugas.

Mobile_AP_Half Page

Nah,UPTD Puskesmas Rembang ambil bagian di dalamnya, dengan mengikutkan tim kesehatan di Pos Pengamanan Lebaran di simpang tiga depan Masjid Assalam Gempol (perbatasan Pasuruan-Sidoarjo). Setiap shift, Puskesmas Rembang mengerahkan sebanyak 3 tenaga kesehatan yang bertugas untuk memeriksa suhu tubuh dan melakukan rapid antigen bagi pengendara yang tidak membawa surat keterangan rapid antigen.

Bagi pengendara yang dinyatakan negatif, cukup dilaksanakan pendataan dan pengendara dapat melanjutkan perjalanan. Namun bila dinyatakan positif, maka akan diarahkan untuk karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Jika pengendara tidak membawa surat tugas dari instansi akan diarahkan untuk putar balik.

Larangan mudik lebaran 2021 ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada mudik lebaran dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, kemungkinan penyebaran virus Covid-19 dikhawatirkan akan semakin besar. Tentunya semua pihak tidak menginginkan momen mudik lebaran bertemu dengan keluarga di hari istimewa berganti dengan penyebaran virus Covid-19 yang sangat berbahaya ini.

“Diharapkan masyarakat bisa menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran, dan memanfaatkan tekonogi digital untuk menyambung silaturrahmi agar lebaran terasa nyaman dan aman” ujar Arif Arif Kurnianto, Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Rembang. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2