alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kemarau Datang, Taman Harus Sering Disiram

BANGIL, Radar Bromo – Curah hujan sudah turun drastis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan meningkatkan intensitas penyiraman taman-taman kota di tepi jalan. Agar tanaman tidak layu dan mati.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, sekarang penyiraman dilakukan dua kali sehari. Intensitas penyiraman ini ditingkatkan seiring peralihan musim hujan ke musim kemarau.

”Waktu musim hujan, rutinitas penyiraman dikurangi. Bahkan, bisa tidak dilakukan,” kata Heru.

Untuk penyiraman taman, DLH mengalokasikan dana sekitar Rp 68 juta. Dana tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp 48 juta. Di antaranya, untuk operasional penyiraman, bahan bakar kendaraan, dan alat penyemprotan.

Menurut Heru, anggaran tersebut tergolong sangat minim. Sebab, kebutuhan DLH sebenarnya bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. ”Kekurangannya akan kami alokasikan di perubahan APBD,” tambahnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Curah hujan sudah turun drastis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan meningkatkan intensitas penyiraman taman-taman kota di tepi jalan. Agar tanaman tidak layu dan mati.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, sekarang penyiraman dilakukan dua kali sehari. Intensitas penyiraman ini ditingkatkan seiring peralihan musim hujan ke musim kemarau.

”Waktu musim hujan, rutinitas penyiraman dikurangi. Bahkan, bisa tidak dilakukan,” kata Heru.

Untuk penyiraman taman, DLH mengalokasikan dana sekitar Rp 68 juta. Dana tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp 48 juta. Di antaranya, untuk operasional penyiraman, bahan bakar kendaraan, dan alat penyemprotan.

Menurut Heru, anggaran tersebut tergolong sangat minim. Sebab, kebutuhan DLH sebenarnya bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. ”Kekurangannya akan kami alokasikan di perubahan APBD,” tambahnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/