alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Belum Ada Solusi Sampah di TPA Kenep

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BEJI, Radar Bromo – Sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji, semakin menggunung. Masalah itu saja belum teratasi. Namun, TPA Kenep masih menjadi satu-satunya tempat penampungan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kondisi itu terjadi karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto belum dioperasikan. TPA tersebut sudah diresmikan tapi masih terganjal masalah listrik. Jadi, TPA Wonokerto tidak bisa dioperasikan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini menyatakan persoalan TPA Kenep harus segera diselesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan. Rencana pemerintah untuk mengatasi tumpukan sampah itu seharusnya bisa segera diwujudkan.

”Kami harapkan DLH Kabupaten Pasuruan segera menemukan langkah mengatasi tumpukan sampah tersebut,” tuturnya.

Beberapa rencana sempat dimunculkan. Mulai mengolah sampah TPA menjadi berikat hingga listrik. Tapi, sampai saat ini, semua rencana tersebut tak kunjung terealisasi. ”Rencana-rencana itu harusnya bisa diterapkan,” ujarnya.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengaku masih menjajaki pelibatan pihak ketiga yang serius dalam penanganan sampah TPA Kenep. Beberapa pihak ketiga memang sempat menawarkan kerja sama. Namun, belum ada yang benar-benar menguntungkan bagi kedua pihak.

”Ada beberapa memang yang tertarik. Tapi, kami tidak bisa serta-merta. Harus menguntungkan satu sama lain,” bebernya.

Heru menambahkan, pengolahan sampah mandiri oleh pemkab tidaklah mudah. Butuh biaya besar untuk membeli peralatan. Itulah yang menjadi kendala dalam mengatasi sampah di TPA Kenep.

”Terlebih dengan pandemi Covid-19 ini. Banyak anggaran yang akhirnya dialihkan untuk penanganan Covid-19,” timpalnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BEJI, Radar Bromo – Sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji, semakin menggunung. Masalah itu saja belum teratasi. Namun, TPA Kenep masih menjadi satu-satunya tempat penampungan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kondisi itu terjadi karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto belum dioperasikan. TPA tersebut sudah diresmikan tapi masih terganjal masalah listrik. Jadi, TPA Wonokerto tidak bisa dioperasikan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini menyatakan persoalan TPA Kenep harus segera diselesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan. Rencana pemerintah untuk mengatasi tumpukan sampah itu seharusnya bisa segera diwujudkan.

Mobile_AP_Half Page

”Kami harapkan DLH Kabupaten Pasuruan segera menemukan langkah mengatasi tumpukan sampah tersebut,” tuturnya.

Beberapa rencana sempat dimunculkan. Mulai mengolah sampah TPA menjadi berikat hingga listrik. Tapi, sampai saat ini, semua rencana tersebut tak kunjung terealisasi. ”Rencana-rencana itu harusnya bisa diterapkan,” ujarnya.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengaku masih menjajaki pelibatan pihak ketiga yang serius dalam penanganan sampah TPA Kenep. Beberapa pihak ketiga memang sempat menawarkan kerja sama. Namun, belum ada yang benar-benar menguntungkan bagi kedua pihak.

”Ada beberapa memang yang tertarik. Tapi, kami tidak bisa serta-merta. Harus menguntungkan satu sama lain,” bebernya.

Heru menambahkan, pengolahan sampah mandiri oleh pemkab tidaklah mudah. Butuh biaya besar untuk membeli peralatan. Itulah yang menjadi kendala dalam mengatasi sampah di TPA Kenep.

”Terlebih dengan pandemi Covid-19 ini. Banyak anggaran yang akhirnya dialihkan untuk penanganan Covid-19,” timpalnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2